Pemertahanan Bahasan Daerah Sebagai Bentuk Pelestarian Bahasa Pada Generasi Muda di SMAN 7 Seluma
Abstract
Kegiatan yang bertemakan "Pemertahanan Bahasa Daerah Sebagai Bentuk Pelestarian Bahasa Pada Generasi Muda" di SMAN 7 Seluma" diselenggarakan sebagai respons nyata terhadap fenomena penurunan intensitas penggunaan bahasa daerah di kalangan remaja akibat arus globalisasi dan modernisasi. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali kesadaran kritis, memperkuat identitas budaya, serta menyediakan wadah ekspresi kreatif bagi siswa-siswi SMAN 7 Seluma dalam mengaktualisasikan bahasa daerah (khususnya bahasa Serawai atau bahasa daerah setempat) di lingkungan sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi interaktif, diskusi kelompok terpumpun, serta perlombaan seni berbahasa daerah yang adaptif dan relevan dengan dunia generasi muda. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan respons positif dan antusiasme yang signifikan dari para peserta, yang dibuktikan dengan komitmen bersama untuk mengintegrasikan penggunaan bahasa daerah dalam interaksi informal harian serta kegiatan ekstrakurikuler budaya. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa institusi pendidikan menengah seperti SMAN 7 Seluma memegang peranan vital sebagai ekosistem penyelamat bahasa daerah. Upaya pemertahanan ini harus dilakukan secara konsisten dan kolaboratif melalui kebijakan sekolah yang mendukung, guna memastikan bahasa daerah tetap lestari tanpa mengesampingkan penguasaan bahasa Indonesia dan bahasa asing.
Downloads
Copyright (c) 2026 Dhanu Ario Putra, Silvia Erlin Aditya SM, Ami Pradana, Alya Tri Agustin, Pelistepani Pelistepani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




