Penguatan Identitas Lokal dan Sinkronisasi SDGs dalam Perencanaan Pembangunan Desa Partisipatif di Era Digital
Abstract
Sustainable Development Goals (SDGs) Desa merupakan kebijakan nasional yang mewajibkan desa melakukan pendataan 18 indikator pembangunan berkelanjutan sebagai basis perencanaan pembangunan. Namun, banyak desa mengalami kebingungan dalam menganalisis data SDGs, mensinkronkan dengan dokumen perencanaan, serta mengidentifikasi kekhasan lokal sebagai identitas pembangunan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat identitas lokal dan menyinkronkan SDGs dengan perencanaan pembangunan partisipatif di Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal melalui Focus Group Discussion, analisis SWOT, pemetaan pemangku kepentingan, dan kalender musim. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Desa Sumberdem memiliki kekhasan lokal berupa enam kampung tematik yang lahir dari inisiatif masyarakat (bottom-up), serta sejarah kopi sejak 1832 yang terarsip di Belanda. Sinkronisasi dengan RPJMDes 2019-2025 dan RKPDes 2022 menghasilkan lima prioritas indikator SDGs yang relevan: pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, industri dan inovasi, penguatan kelembagaan, serta kemitraan. Kegiatan pendampingan berhasil memutus kebiasaan perencanaan instan dan membangun perencanaan berbasis data melalui visualisasi video perencanaan dan publikasi media massa. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa pendekatan integratif antara penggalian identitas lokal, analisis SDGs, dan sinkronisasi dokumen perencanaan efektif dalam memperkuat kapasitas desa menyusun perencanaan pembangunan yang kontekstual dan berkelanjutan.
Downloads
Copyright (c) 2026 Ahmad Imron Rozuli, Dano Purba, Ryan Renwarin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




