Peran Komunikasi Keluarga dalam Pembinaan Kenakalan Remaja
Abstract
Artikel ini mengkaji peran komunikasi keluarga dalam membina perilaku remaja di LK I Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan remaja, orang tua, serta pengurus SAPA di kelurahan; data sekunder berasal dari dokumentasi kegiatan dan kebijakan terkait perlindungan anak. Hasil menunjukkan bahwa indikator komunikasi keluarga keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan berkontribusi signifikan terhadap pencegahan dan penanganan perilaku berisiko seperti berkata kasar, merokok, berkumpul hingga larut malam, berkendara ugalugalan, serta konflik dengan sebaya. Praktik keterbukaan terlihat pada kebiasaan orang tua untuk berdialog sebelum memberikan sanksi. Empati tercermin dari kemampuan mendengar keluhan remaja dengan sabar. Dukungan ditunjukkan melalui pendampingan belajar, penyediaan aktivitas positif, dan penghargaan terhadap usaha anak, sedangkan kesetaraan terwujud melalui musyawarah keluarga mengenai aturan rumah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi keluarga yang efektif memperkuat kontrol sosial, membangun keterikatan emosional, serta mengurangi risiko kenakalan remaja. Implikasi praktis meliputi peningkatan literasi komunikasi keluarga, pelatihan keterampilan empatik bagi orang tua, forum dialog remaja, serta sinergi antara keluarga, sekolah, komunitas, dan layanan SAPA 129 .
Downloads
Copyright (c) 2025 Hanny Desthalia, Achmadi Achmadi, Mike Meiranti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


