HUBUNGAN OBESITAS DAN KEBIASAAN OLAH RAGA DENGAN KAPASITAS PARU MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES BENGKULU TAHUN 2017

  • Heru Laksono
  • Nerry Yunita
  • Widia Lestari
  • Daisy Novira
Keywords: Kapasitas Paru, Obesitas, Olahraga

Abstract

Oksigen dibutuhkan manusia agar proses metabolisme sel berjalan baik, dimana paru-paru berperan dalam proses pengambilan oksigen dari atmosfer menuju tubuh. Penurunan fungsi paru memberikan buruk diantaranya: terganggunya fungsi metabolisme, penurunan stamina dan daya tahan tubuh, risiko serangan jantung dan stroke meningkat, fatigue, penurunan fokus umum, konsentrasi dan memori, serta meningkatkan respon peradangan (Davis, 2013). Alat utama dalam test fungsi paru adalah spirometer untuk mengukur perubahan volume paru dengan pertukaran gas yang ada diatmosfer (Ronal, B et al, 2015). Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan pada 109 orang mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Data didapat dari pengisian kuesioner, pengukuran berat badan, tinggi badan dan kapasitas paru. Analisis data dilaksanakan secara kuantitatif yaitu univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar (87.2%) responden memiliki kapasitas paru kurang, sebagian kecil (11.9%)  responden obesitas, lebih dari separuh (65.1) responden tidak punya kebiasaan berolahraga. Tidak ada hubungan antara obesitas dan kapasitas paru (p=0.140). Ada hubungan bermakna antara kebiasaan olahraga dan kapasitas paru (p=0.005). Berdasarkan hasil penelitian ini masa akan datang disarankan untuk melihat pengaruh beberapa faktor lain terhadap penurunan kapasitas paru.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-05-25
Section
Articles