VARIASI KOMBINASI KETEBALAN CANGKANG  BINTARO DAN BIJI KAPUK DALAM PENURUNAN TINGKAT BESI (FE) DI SUMUR GALI WARGA RAWA MAKMUR, KOTA BENGKULU

  • RIANG ADEKO POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN BENGKULU
  • JUBAIDI JUBAIDI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN BENGKULU
Keywords: Adsorben, Cangkang Bintaro, Biji Kapuk, Sumur Gali

Abstract

Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya serta fungsinya dalam kehidupan tidak akan dapat digantikan oleh senyawa lainnya. Hampir semua kegiatan yang dilakukan manusia membutuhkan air. Oleh karena itu pemenuhan kebutuhan air bersih bagi permukiman menjadi salah satu persyaratan. Berdasarkan survey awal yang dilakukan pada tanggal 13 Februari 2020 kondisi air sumur gali warga RT 13 RW 03 Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Muara Bangkahulu setelah dilakukan pengukuran diperoleh hasil kekeruhan 113 NTU, Ph 6,50 ; Besi (Fe) 4.830  mg/l; Mangan (Mn) 1.824 mg/l dan kesadahan 1,02 mg/L. Dari hasil pengukuran pada survey awal diketahui bahwa air sumur gali warga RT 13 RW 03 Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu masih melebihi ambang batas yag dipersyaratkan oleh Permenkes RI No.32 tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan kadar Fe sebelum dan sesudah perlakuan dengan menggunakan variasi ketebalan kombinasi cangkang bintaro dan biji kapuk 20 cm, 30 cm, dan 50 cm serta untuk mengetahui variasi ketebalan paling efektif untuk menurunkan kadar besi (Fe). Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental)  dengan desain post test only control group design, yaitu penelitian dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Kemudian dicari perbedaan antara pengukuran dari keduanya dan perbedaan ini dianggap sebagai akibat perlakuan. Hasil penelitian diperoleh variasi ketebalan paling efektif untuk menurunkan kadar besi (Fe) adalah dengan ketebalan 50 cm yang dapat menurunkan kadar besi (Fe) hingga 67,74 % .Hasil penelitian diperoleh bahwa semakin tebal adsorben maka semakin efektif penurunannya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adeko,2017. Penurunan Kadar Besi (Fe) Dan Mangan (Mn) Dengan Kombinasi Limbah Batubara Dan Limbah Tempurung Kemiri Di Sumur Gali Warga Padang Serai Kota Bengkulu. Journal Of Nursing And Public Health Volume 5 No. 2 Desember 2017. Universitas Dehasen
Arifin. 2007.   Tinjauan dan Evaluasi Proses Kimia (Koagulasi, Netralisasi, Desinfeksi) Instalasi Pengolahan Air Minum Cikokol, Tangerang. Tangerang : PT.Tirta Kencana Cahaya Mandiri.
Barani AM. 2006. Pedoman Budidaya Kapuk. Jakarta (ID): Direktorat Budidaya Tanaman Tahunan, Dirjen Perkebunan
Chandra B. 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: EGC
Daud dan Rosman, 2002, Penyediaan air Bersih, Jurusan Kesehatan Lingkungan FKM Unhas Makasar.
Febrina dkk, 2015. Studi Penurunan Kadar Besi (Fe) Dan Mangan (Mn) Dalam Air Tanah Menggunakan Saringan Keramik. Jurnal Teknologi Volume 7 No. 1 Januari 2015. Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Faizal, dkk. 2018. Pembuatan Briket Dari Campuran Limbah Plastik Ldpe Dan Kulit Buah Kapuk Sebagai Energi Alternatif. Jurnal Teknik Kimia No. 1, Vol. 24, Januari 2018. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
J,F,Gabriel. 2001. Fisika Lingkungan. Hipokrates. Jakarta
Jubaidi. 2017. Filterisasi Air Bersih Dengan Rangkaian Carbon Aktif Dan Cartridge Dalam Penyediaan Air Bersih Pada Tatanan Rumah Tangga Di Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu. Laporan Pengabmas Jurusan Kesehatan Lingkungan. Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
Kamarati, dkk. 2018. Kandungan Logam Berat Besi (Fe), Timbal (Pb) Dan Mangan (Mn) Pada Air Sungai Santan. Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol.4 No.1, Juli 2018: 49-56. Universitas Mulawarman.
Kurniawati dkk, 2017. Pasir Vulkanik sebagai Media Filtrasi dalam Pengolahan Air Bersih Sederhana untuk Menurunkan Kandungan Besi (Fe), Mangan (Mn) dan Kekeruhan Air Sumur Gali. Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 9, No.1, Agustus 2017, pp.20-25. Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
M, Fajar BL. 2014. Pemanfaatan Kulit Kapok Sebagai Karbon Aktif Untuk Penyerapan Logam Cu Dan Cr Pada Limbah Elektroplating. Jurnal Teknik Kimia Vol.8, No.2, April 2014. UPN ”Veteran” Jawa Timur
Mampuk CR, 2014. Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih Di Kecamatan Poso Kota Sulawesi Tengah. Jurnal Sipil Statik Vol.2 No.5, Juli 2014. Universitas Sam Ratulangi Manado
Minfiah, S. 2013. Kualitas Fisik dan Kimia Air Sumur Gali dan Sumur Bor di Wilayah Kerja Puskesmas Guntur II Kabupaten Demak Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 12 No. 2/Oktober 2013.
Muchjidin, 2005. Pengendalian Mutu Dalam Industri Batubara. Penerbit ITB, Bandung.
Ningrum NP, Kusuma MA. 2013. Pemanfaatan minyak goreng bekas dan abu kulit buah kapuk randu sebagai bahan pembuatan sabun mandi organik berbasis teknologi ramah lingkungan. J. Teknologi Kimia Industri. 2: 275-285. Universitas Diponegoro Semarang
Nelwan, 2013. Perencanaan Jaringan Air Bersih Desa Kima Bajo Kecamatan Wori. Jurnal Sipil Statik Vol.1 No.10, September 2013. Universitas Sam Ratulangi Manado.
Nunik P, & Okayadnya. Penyisihan Logam Besi (Fe) Pada Air Sumur dengan Karbon Aktif Dari Tempurung Kemiri.Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan 5 (2) hal 33-41. 2015.
Permatasari CI, 2016. Analisis penurunan kadar besi (fe) dan mangan (mn) dalam air sumur gali dengan metode aerasi filtrasi menggunakan aerator sembur/spray dan Saringan pasir cepat. Fakultas MIPA. Universitas Halu Oleo Kendari.
Permenkes RI, 2017. Peraturan Meneteri Kesehatana Republik Indonesia No 32 Tahun 2017. Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan Dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua,Dan Pemandian Umum. Jakarta
Pijer, 2015. Pemanfaatan Arang Aktif Dari Batubara Kotor (Dirty Coal) Sebagai Adsorben Ion Logam Mn(II) dan Ag(I). Jurnal Pendidikan Kimia Vol.7, No.2, Agustus 2015, 40-48. Universitas Medan.
Pujotomo, Isworo. 2017. Potensi Pemanfaatan Biomassa Sekam Padi Untuk Pembangkit Listrik Melalui Teknologi Gasifikasi. Jurnal Energi & Kelistrikan Vol. 9 No. 2, Juni - Desember 2017. Sekolah Tinggi Teknik PlN.
Said, N I. 2003. Metoda Praktis Penghilangan Zat Besi dan Mangan Di Dalam Air Minum. Jakarta : Kelair – BPPT
Supriyantini. 2015. Kandungan Logam Berat Besi (Fe)Pada Air, Sedimen, Dan Kerang Hijau (Perna viridis) Di Perairan Tanjung Emas Semarang. Jurnal Kelautan Tropis Juni 2015 Vol. 18(1):38–45. Universitas Diponegoro Semarang
Sutrisno, dkk. 2010. Teknologi Penyediaan Air Bersih. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Triatmadja R, 2008. Sistem Penyediaan Air Minum Perpipaan, Yogyakarta
Published
2021-06-23
How to Cite
ADEKO, R., & JUBAIDI, J. (2021). VARIASI KOMBINASI KETEBALAN CANGKANG  BINTARO DAN BIJI KAPUK DALAM PENURUNAN TINGKAT BESI (FE) DI SUMUR GALI WARGA RAWA MAKMUR, KOTA BENGKULU. Journal of Nursing and Public Health, 9(1), 82-88. https://doi.org/10.37676/jnph.v9i1.1445
Section
Articles