PENGARUH DEKLARASI DESA OPEN DEFECATION FREE (ODF)  TERHADAP KASUS PENYAKIT DIARE DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN

  • DEFI ERMAYENDRI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN BENGKULU
  • AGUS WIDADA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN BENGKULU
Keywords: Open defecation free, diare

Abstract

Stop Buang Air Besar Sembarangan adalah kondisi ketika setiap individu dalam suatu komunitas tidak lagi melakukan perilaku buang air besar sembarangan yang berpotensi menyebarkan penyakit. STBM diwujudkan melalui kegiatan paling sedikit terdiri atas: membudayakan perilaku buang air besar sehat yang dapat memutus alur kontaminasi kotoran manusia sebagai sumber penyakit secara berkelanjutan; dan menyediakan dan memelihara sarana buang air besar yang memenuhi standar dan persyaratan kesehatan. Pemanfaatan  jamban   dapat menurunkan  risiko  32% penyakit yang diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Deklarasi Desa Open Defecation Free (ODF)  terhadap Penyakit Diare  di Kabupaten Bengkulu Selatan.  Penelitian ini menggunakan paradigma pragmatism dengan mixed method atau combined method. Dalam mendeskripsikan isu penelitian yang akan dilakukan ini, metode kuantitatif digunakan secara dominan dan ditunjang dengan metode kualitatif secara kurang dominan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang sangat signifikan  deklarasi desa ODF terhadap kejadian penyakit diare di Bengkulu Selatan (penurunan 35%).

Downloads

Download data is not yet available.

References

JNPH
Published
2020-11-07
How to Cite
ERMAYENDRI, D., & WIDADA, A. (2020).  PENGARUH DEKLARASI DESA OPEN DEFECATION FREE (ODF)  TERHADAP KASUS PENYAKIT DIARE DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN. Journal of Nursing and Public Health, 8(2), 16-21. Retrieved from https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/1175
Section
Articles