EFEKTIFITAS  PUPUK ORGANIK CAIR (POC) CAMPURAN SAMPAH ORGANIK DOMESTIK DAN URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN  DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG (IPOMOEA AQUATICA FORSK) SISTEM HIDROPONIK RUMAH TANGGA

  • DEFI ERMAYENDRI POLTEKKES KEMENKES BENGKULU
  • YUSMIDIARTI YUSMIDIARTI POLTEKKES KEMENKES BENGKULU
Keywords: Kangkung, POC, Pupuk Cair Kimia

Abstract

Upaya mengurangi sampah dapat dilakukan di sumber timbulan.Sebagian sampah non organik dapat dilakukan upaya 3R.Sebagian sampah organik dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk organik, baik pupuk kompos (pupuk organik padat) dan atau pupuk organik cair.Survey pendahuluan dilakukan pada tanggal 10 Februari 2020 untuk menentukan kriteria sampah domestik dan urine sapi yang akan dijadikan sampel pada penelitian ini.  Survey bertujuan untuk mendapatkan sumber timbulan sampah domestik (pasar) dan peternakan sapi yang memungkinkan didapat urinenya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan tanaman kangkung memanfaatkan pupuk cair kimia dan pupuk cair organik serta untuk mengetahui perbandingan pertumbuhan tanaman kangkung yang memanfaatkan pupuk organik cair dan pupuk cair kimia.Jenis penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap faktorial dengan dua perlakuan yaitu mengetahui pengaruh perlakuan kedua faktor (pupuk cair) terhadap pertumbuhan tanaman kangkung.Hasil penelitian diperoleh perlakuan pupuk cair kimia menghasilkan pertumbuhan tinggi tanaman kangkung 7, 21 hari dan saat panen yaitu berturut - turut: 1,04 kali; 5,8 kali  dan 9,9 kali, dan penambahan jumlah daun berturut - turut: 0,7 kali; 1,9 kali  dan 3,8 kali. Perlakuan pupuk cair organik menghasilkan pertumbuhan tinggi tanaman kangkung 7, 21 hari dan tinggi tanaman saat panen yaitu berturut - turut: 0,4 kali; 3,9 kali  dan 6,6 kali, dan penambahan jumlah daun berturut - turut: 0,7 kali; 1,7 kali  dan 3,3 kali..  Perlakuan oleh pupuk cair kimia memberikan penambahan lebih tinggi dan penambahan jumlah daun lebih banyak dibandingkan dengan perlakuan oleh pupuk organik cair.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Frasetya dkk (2018). Evaluasi Nutrisi Hidroponik Alternatif terhadap Pertumbuhan dan Hasil Mentimun  Jepang Varietas Roberto pada Hidroponik Irigasi Tetes Infus. Jurusan Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati. Kota Bandung
http://id.wikipedia.org/wiki/Hidroponik
http://agrotek.utm.ac.id/component/content/article/46-berita-terkini/130-teknik budidaya-sayuran-secara hidroponik.html
Isnan.M, 2019.Tanya Jawab Hidroponik. Penebar Swadaya. Jakarta.
Mulyono, 2017. Membuat MOL dan Kompos dari Sampah Rumah Tangga PT. Agro Media Pustaka. Jakarta.
Nugroha.P, 2019.Panduan membuat Pupuk Organik Cair. Penerbit Pustaka Baru Press. Yogyakarta.
Peraturan Menteri Pertanian Nomor 70/Permentan/Sr.140/10/2011, Tentang PupukOrganik, Pupuk Hayati Dan Pembenah Tanah
Standar Nasional Indonesia Nomor 3242:2008. Pengelolaan Sampah di Permukiman. Badan Standardisasi Indonesia. Jakarta
Rasyid.W, 2017. Kandungan Fosfor (P) Pupuk Organik Cair (POC) Asal Urin Sapi dengan Penambahan Akar Serai  (Cymbopogon citratus) Melalui Fermentasi. Jurusan Ilmu Peternakan Fakultas Sains Dan Teknologi  Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 2017
Published
2021-06-23
How to Cite
ERMAYENDRI, D., & YUSMIDIARTI, Y. (2021). EFEKTIFITAS  PUPUK ORGANIK CAIR (POC) CAMPURAN SAMPAH ORGANIK DOMESTIK DAN URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN  DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG (IPOMOEA AQUATICA FORSK) SISTEM HIDROPONIK RUMAH TANGGA. Journal of Nursing and Public Health, 9(1), 16-21. Retrieved from https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/1431
Section
Articles