HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN TAHUN 2025

  • RESMI DARTI PRODI MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU KESEHATAN, UNIVERSITAS DEHASEN BENGKULU
  • YUNITA THERESIANA PRODI MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU KESEHATAN, UNIVERSITAS DEHASEN BENGKULU
  • TUTI ROHANI PRODI MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU KESEHATAN, UNIVERSITAS DEHASEN BENGKULU
Keywords: Demam Berdarah Dengue (DBD), Sanitasi Lingkungan, Tempat Penampungan Air, Pengelolaan Sampah, Lingkungan Rumah

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Bengkulu Selatan dan berkaitan erat dengan kondisi sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian DBD serta menentukan faktor yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan desain case–control dengan jumlah sampel 232 responden, terdiri dari 116 kasus dan 116 kontrol. Variabel independen meliputi kondisi tempat penampungan air, sistem pengelolaan sampah, dan kondisi lingkungan rumah, sedangkan variabel dependen adalah kejadian DBD. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square dan Odds Ratio (OR), serta multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa kondisi tempat penampungan air (OR = 1,75; p = 0,035), sistem pengelolaan sampah (OR = 1,81; p = 0,025), dan kondisi lingkungan rumah (OR = 2,20; p = 0,003) berhubungan signifikan dengan kejadian DBD. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kondisi lingkungan rumah merupakan faktor paling dominan (Adjusted OR = 2,36; 95% CI = 1,36–4,08). Kesimpulannya, sanitasi lingkungan berhubungan dengan kejadian DBD di Kabupaten Bengkulu Selatan, dengan kondisi lingkungan rumah sebagai faktor dominan. Oleh karena itu, pencegahan DBD perlu difokuskan pada perbaikan lingkungan rumah melalui penguatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bustan MN. Pengantar epidemiologi. Jakarta: Rineka Cipta; 2008.
Kabalu I, Yuniastuti T, Subhi M. Hubungan sanitasi lingkungan rumah dengan kejadian DBD. J Kesehat Tambusai. 2023.
Liu J, Tian X, Deng Y, et al. Risk factors associated with dengue virus infection. Int J Environ Res Public Health. 2019;16(4).
Mawaddah F, Pramadita S, Triharja AA. Hubungan sanitasi lingkungan dan perilaku keluarga dengan kejadian DBD. J Teknol Lingkung Lahan Basah. 2022.
Rahman F, Nurhayati S, Kurniawan D. Community-based solid waste management and dengue incidence. J Environ Public Health. 2022.
Sari P, Rahmawati L, Hidayat A. Pengaruh pengelolaan sampah terhadap kepadatan jentik Aedes aegypti. J Epidemiol Kesehat Indones. 2020.
Suyanto T, Prasetyo A, Laksmi D. Kondisi fisik rumah dan kejadian DBD. Media Kesehat Masy Indones. 2020.
World Health Organization. Dengue and severe dengue. Geneva: WHO; 2023.
World Health Organization. Vector-borne diseases. Geneva: WHO; 2022.
Yani R, Pebrianti S, Purnama D. Faktor dominan lingkungan rumah terhadap kejadian DBD. J Kesehat Masy. 2022.
Published
2026-04-14
How to Cite
DARTI, R., THERESIANA, Y., & ROHANI, T. (2026). HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN TAHUN 2025. Journal of Nursing and Public Health, 14(1), 101-107. Retrieved from https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11502
Section
Articles