GAMBARAN KESEHATAN IBU NIFAS DI WILAYAH PESISIR KOTA BENGKULU
Abstract
Pendahuluan : Masa nifas merupakan periode setelah persalinan hingga kembalinya kondisi rahim seperti sebelum hamil, yang berlangsung selama ±6 minggu (42 hari). Periode ini, ibu rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, sehingga diperlukan pemantauan melalui parameter klinis seperti Tanda-Tanda Vital (TTV), Tinggi Fundus Uteri (TFU), jenis lochea, keadaan luka perineum, gejala infeksi, anemia, status gizi, serta pemberian ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesehatan ibu nifas di wilayah pesisir Kota Bengkulu. Metode : jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 122 ibu nifas. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan kriteria inklusi tertentu. Data dianalisis secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dari TTV, TFU, jenis lochea, riwayat robekan perineum, gejala infeksi, anemia, status gizi, dan pemberian ASI. Hasil dan Pembahasan : penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai masalah kesehatan pada ibu nifas, meliputi prehipertensi 40,2%, hipertensi (7,4%–2,4%), TFU tidak normal 2,5%, lochea tidak normal 22,1%, robekan perineum 10,7%, gejala infeksi postpartum 40,2%, anemia ringan 33,6% dan sedang 22,1%, gizi kurang 11,5, obesitas 25,4%. Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi tertinggi pada prehipertensi dan infeksi diikuti anemia ringan, lochea tidak normal, status gizi, robekan perineum, TFU tidak normal, hal ini menunjukan bahwa pemantauan kesehatan ibu nifas masih perlu ditingkatkan.
Downloads









