GAMBARAN KESEHATAN IBU NIFAS DI WILAYAH PESISIR KOTA BENGKULU

  • NORA ADE RAMADAN PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS BENGKULU
  • KURNIA DEWIANI PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS BENGKULU
  • FITRI RAMADHANIATI PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS BENGKULU
  • NENG KURNIATI PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS BENGKULU
  • DENI MARYANI PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS BENGKULU
Keywords: Anemia, Ibu Nifas, Infeksi Pospartum

Abstract

Pendahuluan : Masa nifas merupakan periode setelah persalinan hingga kembalinya kondisi rahim seperti sebelum hamil, yang berlangsung selama ±6 minggu (42 hari). Periode ini, ibu rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, sehingga diperlukan pemantauan melalui parameter klinis seperti Tanda-Tanda Vital (TTV), Tinggi Fundus Uteri (TFU), jenis lochea, keadaan luka perineum, gejala infeksi, anemia, status gizi, serta pemberian ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesehatan ibu nifas di wilayah pesisir Kota Bengkulu. Metode : jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 122 ibu nifas. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan kriteria inklusi tertentu. Data dianalisis secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dari TTV, TFU, jenis lochea, riwayat robekan perineum, gejala infeksi, anemia, status gizi, dan pemberian ASI. Hasil dan Pembahasan : penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai masalah kesehatan pada ibu nifas, meliputi prehipertensi 40,2%, hipertensi (7,4%–2,4%), TFU tidak normal 2,5%, lochea tidak normal 22,1%, robekan perineum 10,7%, gejala infeksi postpartum 40,2%, anemia ringan 33,6% dan sedang 22,1%, gizi kurang 11,5, obesitas 25,4%. Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi tertinggi pada prehipertensi dan infeksi diikuti anemia ringan, lochea tidak normal, status gizi, robekan perineum, TFU tidak normal, hal ini menunjukan bahwa pemantauan kesehatan ibu nifas masih perlu ditingkatkan.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-04-14
How to Cite
RAMADAN, N., DEWIANI, K., RAMADHANIATI, F., KURNIATI, N., & MARYANI, D. (2026). GAMBARAN KESEHATAN IBU NIFAS DI WILAYAH PESISIR KOTA BENGKULU. Journal Of Midwifery, 14(1), 94-101. https://doi.org/10.37676/jm.v14i1.12011
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)