EFEKTIVITAS PENERAPAN E-PPGBM (ELEKTRONIK PENCATATAN DAN PELAPORAN GIZI BERBASIS MASYARAKAT) DALAM MENURUNKAN RISIKO STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BRABASAN KABUPATEN MESUJI

  • DWI YULIA MARITASARI PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS MITRA INDONESIA, LAMPUNG
  • FEBRIA LISTINA PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS MITRA INDONESIA, LAMPUNG
  • AGNESI UTARI PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS MITRA INDONESIA, LAMPUNG
  • DIAN RAHMA SAPUTRI PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS MITRA INDONESIA, LAMPUNG
  • DORO NURWATI PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS MITRA INDONESIA, LAMPUNG
  • AHMAD IKHLASUL KHOFI PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS MITRA INDONESIA, LAMPUNG
  • IPA ROTUA SINAGA PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS MITRA INDONESIA, LAMPUNG
  • NANDA DEWI UTAMI PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS MITRA INDONESIA, LAMPUNG
  • SHELVIA SUKMA WAHYU ANDIRA PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS MITRA INDONESIA, LAMPUNG
  • TRI INDARI ASTIANA PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS MITRA INDONESIA, LAMPUNG
  • YENI YURISKA PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS MITRA INDONESIA, LAMPUNG
Keywords: e-PPGBM, Stunting, Balita, Gizi, Teknologi Kesehatan Masyarakat

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Salah satu inovasi pemerintah dalam percepatan penurunan stunting adalah e-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat), sebuah sistem digital yang memantau status gizi balita secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan e-PPGBM dalam menurunkan risiko stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Brabasan, Kabupaten Mesuji. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan 50 balita usia 6–24 bulan yang terdaftar dalam program e-PPGBM. Teknik pengumpulan data meliputi pengukuran antropometri, observasi, dan penyebaran kuesioner kepada kader serta orang tua balita. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan prevalensi stunting setelah penerapan e-PPGBM. Sistem ini juga meningkatkan efisiensi pelaporan, mempercepat deteksi dini, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pemantauan gizi. Kendala seperti keterbatasan jaringan dan kemampuan teknis kader masih menjadi tantangan yang perlu ditangani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa e-PPGBM efektif dalam mendukung upaya penurunan stunting bila disertai dukungan pelatihan dan infrastruktur yang memadai.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK). (2023). Laporan Tahunan Evaluasi Implementasi e-PPGBM. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. (2025). Validasi Data Stunting Kabupaten Garut Tahun 2024. Garut: Dinkes Garut.
Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji. (2023). Profil Kesehatan Kabupaten Mesuji Tahun 2022. Mesuji: Dinkes Mesuji.
Ekanugraha, A., Sari, R. N., & Haryanto, T. (2024). Optimalisasi Sistem Informasi Gizi Terpadu dalam Penanggulangan Stunting. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(2), 134–141.
Global Nutrition Report. (2023). Country Nutrition Profiles: Indonesia. Retrieved from https://globalnutritionreport.org
Kartika, Y. D., & Nugroho, R. A. (2021). Analisis Niat Perilaku Menggunakan Sistem Informasi Kesehatan dengan Theory of Planned Behavior. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 9(1), 15–24.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Petunjuk Teknis Aplikasi e-PPGBM Versi Terbaru. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat.
Published
2025-10-26
How to Cite
MARITASARI, D., LISTINA, F., UTARI, A., SAPUTRI, D., NURWATI, D., KHOFI, A., SINAGA, I., UTAMI, N., WAHYU ANDIRA, S., ASTIANA, T., & YURISKA, Y. (2025). EFEKTIVITAS PENERAPAN E-PPGBM (ELEKTRONIK PENCATATAN DAN PELAPORAN GIZI BERBASIS MASYARAKAT) DALAM MENURUNKAN RISIKO STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BRABASAN KABUPATEN MESUJI. Journal of Nursing and Public Health, 13(2), 8-14. https://doi.org/10.37676/jnph.v13i2.9944
Section
Articles