KOMBINASI TRAY AERATOR DAN FILTRASI DALAM MENURUNKAN KONSENTRASI FE PADA AIR SUMUR GALI DI KELURAHAN RAWA MAKMUR PERMAI

  • RIANG ADEKO POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN BENGKULU, PROGRAM STUDI DIII SANITASI JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
  • RUSTAM AJIE POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN BENGKULU, PROGRAM STUDI DIII SANITASI JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
Keywords: Tray Aerator, Aerasi, Filtrasi, Sumur Gali

Abstract

Air bersih merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan hidup dalam upaya peningkatan derajat kesehatan. Kebutuhan air bersih tersebut perlu dipenuhi dalam jumlah dan kualitas yang memadai. Berdasarkan survey awal yang dilakukan pada tanggal 07 Januari  2021 kondisi air sumur gali warga RT 04 RW 03 Kelurahan Rawa Makmur Permai Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu setelah dilakukan pengukuran diperoleh kadar besi (Fe) 3,972 mg/L. Dari hasil pengukuran pada survey awal diketahui bahwa air sumur gali warga RT 04 RW 03 Kelurahan Rawa Makmur Permai Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu masih melebihi ambang batas yag dipersyaratkan oleh Permenkes RI No.32 tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan kadar Fe sebelum dan sesudah perlakuan dengan menggunakan variasi 3 Tray Aerator, 5 Tray Aerator, 7 Tray Aerator menggunakan kombinasi filtrasi dengan lama kontak 40 menit dalam menurunkan konsentrasi Fe pada air sumur gali serta untuk mengetahui variasi Tray Aerator dan filtrasi yang paling efektif untuk menurunkan kadar Fe. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain post test only control group design, dimana subyek dibagi menjadi 2 perlakuan. Pengukuran kandungan Fe air sampel dilakukan masing- masing sebanyak 3 kali pada kelompok perlakuan dengan 3 variasi tray yaitu 3 tingkatan, 5 tingkatan dan 7 tingkatan dengan lama kontak 40 menit. Hasil penelitian diperoleh variasi perlakuan paling efektif untuk menurunkan kadar Fe dengan menggunakan kombinasi 7 Tray Aerator dan Filtrasi dapat menurunkan kadar Besi (Fe) hingga 94,53 %. Hasil penelitian diperoleh bahwa semakin banyak tingkatan Tray Aerator maka semakin efektif penurunannya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adeko, R., & Ermayendri, D. (2019). Kombinasi Limbah Batu Bara Dan Limbah Cangkang Kopi Sebagai Adsorben dalam Menurunkan Kadar Besi (Fe) Pada Air Sumur Gali. Journal of Nursing and Public Health, 7(1), 30–34.
Amina Misa,Risman S. Duka, Semuel Layuk, Y. T. K. (2019). Hubungan Kedalaman Sumur Bor dengan Kadar Besi (Fe) dan Mangan (Mn) di Kelurahan Malendeng Kecamatan Paal 2 Kota Manado. JKL, 9(1), 62–68.
Ariyanti, S. P., Anas, M., & Erniwati. (2020). Analisis Kandungan Logam Berat pada Air Sumur Gali Dusun IV Desa Poasaa Kabupaten Konawe. Jurnal Penelitian Pendidikan Fisika, 5(1), 72–77.
Febrina, A., & Astrid, A. (2014). Studi Penurunan Kadar Besi (FE) dan Mangan (MN) dalam Air Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang perumahan serta pemenuhan kebutuhan akan air bersih. Manusia dapat bertahan hidup meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, karena air merupakan salah. Jurnal Teknologi, 7(1), 36–44. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/jurtek/article/download/369/341
Joko, T., & Rachmawati, S. (2016). Variasi Penambahan Media Adsorpsi Kontak Aerasi Sistem Nampan Bersusun (Tray Aerator) Terhadap Kadar Besi (Fe) Air Tanah Dangkal di Kabupaten Rembang Variation Addition of Adsorption Media on Tray Aerator of the Level of Iron (Fe) of Shallow Groundw. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 15(1), 1–5.
Lantapon, H., Pinontoan, O. R., & Akili, R. H. (2019). Analisis Kualitas Air Sumur Berdasarkan Parameter Fisik dan Derajat Keasaman (pH) di Desa Moyongkota Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. rnal KESMAS, 8(7), 161–166.
Marlinae, L., Khairiyati, L., Rahman, F., & Laily, N. (2019). Buku Ajar Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan (N. Ulfah (ed.)). Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan Dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua dan Pemandian Umum. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 1–20.
Nelwan, F., Wuisan, E. M., & Tanudjaja, L. (2013). Perencanaan Jaringan Air Bersih Desa Kima Bajo Kecamatan Wori. Jurnal Sipil Statik, 1(10), 678–684.
Rachmawati, S., Joko, T., & Y.D, N. A. (2016). Perbedaan Variasi Penambahan Media Adsorpsi Kontak Aerasi Sistem Nampan Bersusun (TRAY Aerator) Terhadap Kadar Besi (Fe) Air Sumur Gali di Desa Jatihadi Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 4(3), 904–910.
Rahmawati, N., & Sugito. (2015). Reduksi Besi (Fe) dan Mangan (Mn) Pada Air Tanah Menggunakan Media Filtrasi Manganese Greensand dan Zeolit. Jurnal Teknik WAKTU, 13(2), 63–71.
Satria, J., Asmadi, & Sunarsieh. (2017). Efektivitas Kombinasi Cone Tray Aerator dan Media Filtrasi Cangkang Kerang dalam Menurunkan Kadar Besi (Fe) Pada Air Sumur Gali di Wilayah Komplek Permata Ampera Pontianak. Sanitarian, 9(1), 9–16.
Widarti, B. N., Irianti, N., & Sarwono, E. (2016). Penggunaan Variasi Tray Pada Pengolahan Air. Info Teknik, 17 (1), 1–10.
Zairinayati, Z., & Maftukhah, N. A. (2019). Efektivitas Pengolahan Air Bersih Menggunakan Tray Aerator dalam Menurunkan Konsentrasi Fe, Mn, Ph Pada Air Sumur Gali. Jurnal ’Aisyiyah Medika, 3(1). https://doi.org/10.36729/jam.v3i1.157
Published
2022-05-26
How to Cite
ADEKO, R., & AJIE, R. (2022). KOMBINASI TRAY AERATOR DAN FILTRASI DALAM MENURUNKAN KONSENTRASI FE PADA AIR SUMUR GALI DI KELURAHAN RAWA MAKMUR PERMAI. Journal of Nursing and Public Health, 10(1), 129-134. https://doi.org/10.37676/jnph.v10i1.2377
Section
Articles