ANALISIS KEPADATAN POPULASI JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI DI RT. 09 KELURAHAN SUMBER JAYA KECAMATAN KAMPUNG MELAYU KOTA BENGKULU

  • KANIA PUTRI MENDARE JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN, POLTEKKES KEMENKES BENGKULU
  • HAIDINA ALI JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN, POLTEKKES KEMENKES BENGKULU
Keywords: Aedes Aegypti, House Index, Container Index, Breteau Index, Angka Bebas Jentik, Density Figure

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang tergolong Arthropod-Borne Virus, genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Penularan penyakit DBD terjadi dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes yang merupakan vektor utamanya. Tujuan Penelitian untuk mengetahui Analisis Kepadatan Populasi Jentik Nyamuk Aedes Aegptyi di RT. 09 Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.Metode: Penelitian ini direncanakan menggunakan metode deskriptif, metode penelitian ini bertujuan mengambarkan fenomena atau karakteristik populasi yang sedang diteliti.Hasil: Hasil survei menunjukkan nilai House Imdex (HI) sebesar 86%, Container Index (CI) sebesar 60,53%, Breteau Index (BI) sebesar 138, dan Angka Bebas Jentik (ABJ) hanya 14%. Kombinasi HI, CI, dan BI menunjukkan Density Figure (DF) pada tingkat sangat tinggi (kategori 8–9). Data dikumpulkan melalui survei lapangan terhadap 50 rumah dengan 114 tempat penampungan air dan dianalisis secara deskriptif. Hal ini menandakan wilayah RT. 09 berisiko tinggi terhadap penyebaran DBD akibat tingginya populasi jentik Aedes Aegypti. Saran: Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), khususnya 3M Plus, seperti menguras, menutup, dan mendaur ulang wadah air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Langkah ini penting untuk menurunkan kepadatan populasi jentik dan mencegah penyebaran penyakit DBD.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ashari, Irwan, Taufik Kurrohman, Matheus Aba, Endang Surjati, and Efendi Efendi. 2023. “Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD).” Holistik Jurnal Kesehatan 17 (1): 23–29. https://doi.org/10.33024/hjk.v17i1.9257.
Kristanti, Dona Avrilia, Gladys Septiara, Putri Irianti, Dheytra Akhnaz, Namira Fadhila, Ferdiyan Tri Prayoga, Selvia Indah Puspita, and Atikah Nandini. 2024. “ETAM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Spray Anti Nyamuk Dari Serai Wangi (Cymbopogon Nardus ) Community Empowerment by Training On Making Anti-Mosquito Spray From Citronella (Cymbopogon Nardus) E” 4 (2): 19–24.
Maharani, Nine Elissa, Fiqi Nurbaya, and Dewi Puspito Sari. 2024. “Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Di Wilayah Kerja Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta.” MAHESA : Malahayati Health Student Journal 4 (5): 2068–80. https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i5.14596.
Saputra, M Bagus Rian, Ayu Febri Wulanda, Khairil Anwar, Program Studi, Pengawasan Epidemiologi, and Poltekkes Kemenkes. 2024. “Tingkat Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Ditinjau Dari Tempat Perindukan Diwilayah Puskesmas Tegalbinangun Kota Palembang Recovered From Breeding Areas.” Jurnal Sanitasi Lingkungan 4 (1): 6–11.
Tomia, Amalan. 2020. “Gambaran Tingkat Kepadatan Nyamuk Aedes Aegypti Berdasarkan Indeks Ovitrap Di Kota Ternate.” Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan 16 (2): 143. https://doi.org/10.24853/jkk.16.2.143-150.
Published
2026-04-14
How to Cite
MENDARE, K., & ALI, H. (2026). ANALISIS KEPADATAN POPULASI JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI DI RT. 09 KELURAHAN SUMBER JAYA KECAMATAN KAMPUNG MELAYU KOTA BENGKULU. Journal of Nursing and Public Health, 14(1), 117-124. Retrieved from https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11558
Section
Articles