DETERMINAN SOSIAL KESEHATAN PADA ANAK INFEKSI KECACINGAN DERAJAT RINGAN

  • KARLINA MAHARDIENI DEPARTEMEN ANESTESIOLOGI, FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI, JAKARTA
  • JULIAN CHENDRASARI DEPARTEMEN ANESTESIOLOGI, FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI, JAKARTA
  • IMELDA YUNITRA DEPARTEMEN OBESTETRI DAN GINEKOLOGI, FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI, JAKARTA
  • SURIYANI SURIYANI DEPARTEMEN PARASITOLOGI, FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI, JAKARTA
Keywords: Determinan Sosial Kesehatan, Derajat infeksi, Infeksi Kecacingan, Soil‑Transmitted Helminths

Abstract

Pendahuluan: Infeksi kecacingan atau Soil-Transmitted Helminth (STH) merupakan salah satu penyakit infeksi tropis yang terabaikan dan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat global. Pengalaman berbagai studi menunjukkan bahwa keberhasilan pengendalian kecacingan sangat bergantung pada Determinan Sosial Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan profil Determinan Sosial Kesehatan pada anak dengan infeksi kecacingan derajat ringan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain studi crossectional. Sebanyak 36 responden terlibat dalam penelitian ini merupakan anak usia prasekolah dan sekoah. Pengambilan sampel menggunakan metode convenience sampling. Data informasi responden berupa usia, jenis kelamin, dan Determinan Sosial Kesehatan yang dikumpulkan melalui peoses wawancara dan pengisian kuesioner. Sedangkan untuk mengetahui infeksi kecacingan dilakukan uji sampel tinja di Laboratorium Klinik dengan memakai teknik Kato-Katz. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif untuk melihat gambaran setiap variabel dengan infeksi kecacinga. Hasil dan Pembahasan: Hasil Kato-Katz menunjukkan bahwa infeksi kecacingan ada seluruh responden berada pada derajat ringan. Terdapat sebesar 25% responden dengan kategori Determinan Sosial Kesehatan yang rendah, dan sebesar 75% rensponden dengan kategori sedang. Dampak infeksi kecacingan tidak hanya menimbulkan gejala klinis ringan hingga berat seperti anemia, malnutrisi, dan gangguan tumbuh kembang, tetapi juga dapat menurunkan produktivitas, prestasi belajar, dan kualitas hidup individu yang terinfeksi. Kerangka Determinan Sosial Kesehtan yang dikemukakan WHO menegaskan bahwa kesehatan tidak hanya ditentukan oleh faktor biologis, tetapi juga oleh kondisi sosial tempat individu lahir, tumbuh, bekerja, dan hidup. Faktor-faktor sosial ini berinteraksi dengan determinan lingkungan dan perilaku untuk memengaruhi status kesehatan, termasuk penyakit menular. Dalam kasus kecacingan, rendahnya pendidikan menghambat pemahaman perilaku hidup bersih dan sehat, sementara keterbatasan ekonomi membatasi akses terhadap sanitasi dan air bersih. Akibatnya, kelompok dengan determinan sosial yang kurang menguntungkan memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi berat dan reinfeksi berulang. Kesimpulan: Determinan Sosial Kesehatan responden hanya pada tingkat rendah-sedang mengindikasikan bahwa kondisi pengetahuan, sanitasi, higienitas, dan ketersediaan air bersih pada populasi anak yang diteliti masih belum optimal. menjadi perhatian bahwa edukasi. Dengan demikian, maka diperlukan suatu tindakan integrasi untuk meningkatkan pengetahuan dan prilaku masyarakat dalam perbaikan Deteminan Sosial Kesehatan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afia TS, Aulya N, Yulianti INA, Utami SA, Haibah NS, Sopiah P, et al. Tinjauan Literatur: Patogenesis Infeksi Ancylostoma duodenale pada Manusia Terkait Sanitasi Lingkungan. Jurnal Penelitian Inovatif. 2025;5(2):1787-94.
Bosch F, Palmeirim MS, Ali SM, Ame SM, Hattendorf J, Keiser J. Diagnosis of soil-transmitted helminths using the Kato-Katz technique: What is the influence of stirring, storage time and storage temperature on stool sample egg counts? PLoS Negl Trop Dis. 2021;15(1):e0009032.
Chofsoh A, Sari Y, Setyawan S, Mashuri Y. The Relationship Between Soil-transmitted Helminth Infections and Clean and Healthy Living Behavior. Disease Prevention and Public Health Journal. 2021;15:57.
Coughlin SS, Vernon M, Hatzigeorgiou C, George V. Health literacy, social determinants of health, and disease prevention and control. Journal of environment and health sciences. 2020;6(1):3061.
Djuardi Y, Lazarus G, Stefanie D, Fahmida U, Ariawan I, Supali T. Soil-transmitted helminth infection, anemia, and malnutrition among preschool-age children in Nangapanda subdistrict, Indonesia. PLoS Negl Trop Dis. 2021;15(6):e0009506.
Donkoh ET, Berkoh D, Fosu-Gyasi S, Boadu WIO, Raji AS, Asamoah S, et al. Evidence of reduced academic performance among schoolchildren with helminth infection. Int Health. 2023;15(3):309-17.
Isah AUJ, Ekwunife OI, Ejie IL, Mandrik O. Effects of nutritional supplements on the re-infection rate of soil-transmitted helminths in school-age children: A systematic review and meta-analysis. PLOS ONE. 2020;15(8):e0237112.
Kemenkes R. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta. 2021.
Lestari DL. Infeksi Soil Transmitted Helminths pada Anak. Scientific Journal. 2022;1(6):423-33.
Liu Q, Yan W, Qin C, Du M, Wang Y, Liu M, et al. Incidence and mortality trends of neglected tropical diseases and malaria in China and ASEAN countries from 1990 to 2019 and its association with the socio-demographic index. Global Health Research and Policy. 2023;8(1):22.
Mahmudah U, Dirgahayu P, Wasita B. Faktor sosio ekonomi demografi terhadap kejadian infeksi kecacingan pada anak Sekolah Dasar. Ilmu Gizi Indonesia. 2017;1(1):54-61.
Morelli V. Social Determinants of Health: An Overview for the Primary Care Provider. Prim Care. 2023;50(4):507-25.
Neto AFR, Di Christine Oliveira YL, de Oliveira LM, La Corte R, Jain S, de Lyra Junior DP, et al. Why Are We Still a Worm World in the 2020s? An Overview of Risk Factors and Endemicity for Soil-Transmitted Helminthiasis. Acta Parasitol. 2023;68(3):481-95.
S S, Ilma I, Daniel D. Trends of Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) Research in Indonesia: A Systematic Review. International Journal of Environmental Research and Public Health. 2022;19:1617.
Salam R, Lassi Z. Anthelminthics and WASH Interventions: Evidence and Gaps. 2025. p. 261-71.
Schlosser-Brandenburg J, Midha A, Mugo RM, Ndombi EM, Gachara G, Njomo D, et al. Infection with soil-transmitted helminths and their impact on coinfections. Front Parasitol. 2023;2:1197956.
Tan S, Machrumnizar M. Fish and Food-Fatale: Food-borne Trematode Opisthorchis viverrini and Cholangiocarcinoma. Helminthologia. 2023;60(4):287-99.
Tu K, Zheng X, Yin G, Zan X, Yao Y, Liu Q. Evaluation of Fbxw7 expression and its correlation with expression of SREBP-1 in a mouse model of NAFLD. Mol Med Rep. 2012;6(3):525-30.
Published
2026-04-14
How to Cite
MAHARDIENI, K., CHENDRASARI, J., YUNITRA, I., & SURIYANI, S. (2026). DETERMINAN SOSIAL KESEHATAN PADA ANAK INFEKSI KECACINGAN DERAJAT RINGAN. Journal of Nursing and Public Health, 14(1), 84-92. Retrieved from https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11497
Section
Articles