ANALISIS TINGKAT PENCAHAYAAN, SUHU DAN KELEMBABAN DI INDUSTRI RUMAH TANGGA (IRT) KERUPUK BARUNA DI KELURAHAN KEBUN TEBENG KOTA BENGKULU

  • Sri Mulyati
Keywords: Industri Rumah Tangga, Pencahayaan, Suhu dan Kelembaban

Abstract

Tenaga kerja yang bekerja di lingkungan kerja Industri Rumah Tangga juga dapat menimbulkan factor negative yang ada di tempat kerja yang meliputi factor fisik di lingkungan kerja seperti suhu, kelembaban dan pencahayaan yang tidak memenuhi syarat.. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pencahayaan, suhu dan kelembaban di Industri Rumah Tangga (IRT) kerupuk Baruna di Kelurahan Kebun Tebeng Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey deskriptif. Cara pengumpulan data dilakukan dengan cara langsung yaitu dengan melakukan pengukuran dengan menggunakan alat dengan jumlah sampel sebanyak 3 ruangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa distribusi frekuensi pencahayaan di Industri Rumah Tangga Kerupuk Baruna sebagian besar (66,7 %) tidak memenui syarat dan distribusi frekuensi suhu dan kelembaban di Industri Rumah Tangga Kerupuk Baruna seluruh ruangan (100%) tidak memenuhi syarat. Bagi Industri Rumah Tangga diharapkan dapat menambah ventilasi didalam ruangan sehngga jalan masuknya sirkulasi udara dapat berjalan baik dan juga dapat menambah pencahayaan buatan seperti lampu disekitar ruangan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

JNPH
Published
2020-05-16
How to Cite
Mulyati, S. (2020). ANALISIS TINGKAT PENCAHAYAAN, SUHU DAN KELEMBABAN DI INDUSTRI RUMAH TANGGA (IRT) KERUPUK BARUNA DI KELURAHAN KEBUN TEBENG KOTA BENGKULU. Journal of Nursing and Public Health, 8(1), 104-110. Retrieved from https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/1019
Section
Articles