HUBUNGAN AKTIFITAS FISIK DENGAN RISIKO JATUH PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NUSA INDAH KOTA BENGKULU

  • Ikhsan Ikhsan
  • Nori Wirahmi
  • Samwilson Slamet
Keywords: Lansia, risiko jatuh, akfitas fisik

Abstract

Proses menua merupakan proses sepanjang hidup, dimulai dari awal kehidupan. Menjadi tua merupakan proses alamiah, yang berarti seseorang telah melalui tiga tahap kehidupannya, yaitu anak, dewasa, dan tua yang telah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa.Risiko jatuh yang dapat menyebabkan cidera bagi lansia,  jatuh pada lansia adalah suatu masalah utama yang sering dialami oleh lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubingan aktifitas fisik dengan rsiko jatuh pada lansia. Metodelogi penelitian Cross sectional dengan jumlah sampel 75 lansia, teknik sampling purposive.  Pengukuran aktifitas fisik menggunakan  kuesioner  IPAQ ( International Physical Activity Questionnaire) dan Morse fall scale untuk risiko jatuh .Didapatkan hasil distribusi aktifitas fisik lansia Ringan 31 (41,3%), Sedang 25 (33,3%) dan Berat 19 (25,3%) sedangkan Tingkat risiko jatuh 28 (37.3%) Tidak Berisiko, 24 (32%) Risiko rendah dan 23 (30%) Risiko Tinggi. Analisis Chi Square dengan p value 0,005 (<0,05)  diinterpretasikan ada hubungan antaktifitas fisik dengan risiko jatuh.

Downloads

Download data is not yet available.

References

JNPH
Published
2020-05-16
How to Cite
Ikhsan, I., Wirahmi, N., & Slamet, S. (2020). HUBUNGAN AKTIFITAS FISIK DENGAN RISIKO JATUH PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NUSA INDAH KOTA BENGKULU. Journal of Nursing and Public Health, 8(1), 48-53. Retrieved from https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/1006
Section
Articles