STUDI EKSPLORATIF PEMANFAATAN BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM IMUNISASI DI PUSKESMAS CEMPEDAK KECAMATAN TANAH JAMBO AYE KABUPATEN ACEH UTARA

  • FAUZAN RIANDA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH
  • SURNA LASTRI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH
  • HANIFAH HASNUR FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH
Keywords: Pelaksanaan Program Imunisasi, BOK, Input, Proses, Output

Abstract

Pendahuluan: Program imunisasi adalah salah satu upaya krusial dalam pencegahan penyakit menular dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun, data di Puskesmas Cempedak menunjukkan bahwa meskipun dukungan dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) cukup signifikan, dengan total dana sekitar Rp 120 juta per tahun, partisipasi masyarakat dalam program ini masih rendah. Salah satu permasalahan utama adalah kurangnya kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap manfaat imunisasi, yang mengakibatkan sejumlah ibu balita enggan membawa anaknya untuk mendapatkan vaksinasi. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi Pelaksanaan Program Imunisasi dengan pemanfaatan dana BOK di Puskesmas Cempedak Kabupaten Aceh Utara Tahun 2024. Metode: Penelitian ini bersifat kualitatif yang dilaksanakan pada tanggal 20-28 Juni tahun 2024 dengan jumlah informan 7 orang. Data utama penelitian ini adalah data primer dilengkapi dengan data sekunder. Data sekunder di ambil dari Puskesmas Cempedak. Data primer didapatkan dengan melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview) dengan Kepala Puskesmas, Kepala Bidang Imunisasi Puskesmas Cempedak dan Kader Posyandu, dianalisis menggunakan metode eksploratif dengan 3 aspek yaitu input, proses dan output. Hasil Dan Pembahasan: Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat Kebijakan khusus dalam Pelaksanaan Program Imunisasi, pendanaan kegiatan Pelaksanaan Program Imunisasi berasal dari dana BOK sekitar 10 juta perbulan, sarana & prasarana yang terdapat sudah baik dan mumpuni, namun perlu di tingkatkan lagi untuk fungsi dan kegunaannya. Kesimpulan: Pelaksanaan Program Imunisasi sudah berjalan dengan baik, tetapi belum maksimal dikarenakan masih banyak masyarakat yang tidak bersedia untuk membiarkan anaknya di Imunisasi dengan berbagai macam alasan seperti terpengaruhi isu imunisasi haram dan merasa imunisasi tidak penting. Saran pada penelitian ini kepada pihak Puskesmas Cempedak agar dapat meningkatkan frekuensi dan intensitas penyuluhan mengenai manfaat dan pentingnya imunisasi, khususnya di posyandu dan melalui media lokal. Gunakan metode komunikasi yang lebih menarik dan mudah dipahami, seperti video pendek, brosur, dan diskusi langsung dengan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dinas Kesehatan Aceh. (2023). Data Cakupan IDL di Provinsi Aceh.
Ifana. (2022). Problematika Pelaksanaan Vaksinasi Di Kabupaten Demak (Studi Implementasi Kebijakan Vaksinasi Covid-19). Eprints.Walisongo.Ac.Id. https://eprints.walisongo.ac.id/19396/1/1902056044_Visca Aliya Ifana_Lengkap Tugas Akhir - Visca Aliya.pdf
Ik’hsan, W. M. N., & Nulhaqim, S. A. (2022). Monitoring Dan Evaluasi Btb (Baznas Tanggap Bencana) Dalam Menekan Resiko Keterparahan Kemiskinan Akibat Bencana. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial, 4(2), 199. https://doi.org/10.24198/focus.v4i2.34154
Juniatiningsih, A., & Soedibyo, S. (2016). Profil Status Imunisasi Dasar Balita di Poliklinik Umum Departemen Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Sari Pediatri, 9(2), 121–126.
Kemenkes RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016.
Kemenkes RI. (2022). Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan: Direktorat Jenderal Bina Gizi Dan Kesehatan Ibu Dan Anak.
Nintaida Gultom, Martaulina Sinaga, Petra Diansari Zega, Adelina Sembiring, Lisbet Gurning, & Dina Afriani. (2023). Analisis Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Dengan Pemberian Imunisasi Dasar Di Wilayah Kerja Puskesmas Parsoburan Kecamatan Siantar Marihat Kota Pematang Siantar Tahun 2023. Jurnal Ventilator, 1(2), 276–286. https://doi.org/10.59680/ventilator.v1i2.543
Shaifudin, A. (2021). Makna Perencanaan dalam Manajemen Pendidikan Islam. Moderasi : Journal of Islamic Studies, 1(1), 28–45. https://doi.org/10.54471/moderasi.v1i1.4
Surakhmi Oktavia,1Rini Mutahar, S. D. (2016). ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KERTAPATI PALEMBANG. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 33(17), 339–348.
Syafarudin, Y., Widodo, D., & Kamal, Y. (2022). Analisis Manajemen Program Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Di Wilayah Kerja Blud Puskesmas Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan Tahun 2021. Media Kesmas (Public Health Media), 2(1), 162–168. https://doi.org/10.25311/kesmas.vol2.iss1.514
Undang- Undang Dasar, (2006). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.
Vina Yulia. (2015). sehingga prioritas masalah adalah capaian UCI desa Provinsi Kalimantan Selatan belum dapat mencapai target tahun 2013. Pemecahan masalah berdasarkan faktor risiko penyebab masalah yang kemudian diprioritaskan kembali dan didapatkan pemecahan masalah yaitu. 2(1), 42–50.
Published
2025-10-26
How to Cite
RIANDA, F., LASTRI, S., & HASNUR, H. (2025). STUDI EKSPLORATIF PEMANFAATAN BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM IMUNISASI DI PUSKESMAS CEMPEDAK KECAMATAN TANAH JAMBO AYE KABUPATEN ACEH UTARA. Journal of Nursing and Public Health, 13(2), 101-110. https://doi.org/10.37676/jnph.v13i2.10027
Section
Articles