FAKTOR PENENTU KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS GAYA BARU 5 KABUPATEN LAMPUNG TENGAH 2025
Abstract
Faktor Penentu Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Gaya Baru 5 Kabupaten Lampung Tengah 2025. Kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis (TB) merupakan salah satu kunci utama keberhasilan pengobatan dan pencegahan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien TB di wilayah kerja UPTD Puskesmas Gaya Baru 5 Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan sejumlah responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terstruktur yang mengukur pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, serta keterlibatan pengawas menelan obat (PMO). Hasil analisis data menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik, sikap positif, dukungan keluarga yang kuat, dan keterlibatan aktif PMO memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kepatuhan pasien. Mayoritas responden berada pada usia produktif dan berasal dari latar belakang sosial ekonomi menengah ke bawah, dengan pendidikan terakhir SMP atau SMA dan bekerja sebagai buruh atau petani. Faktor individu seperti pengetahuan dan sikap menjadi penentu utama kepatuhan, sementara dukungan sosial dari keluarga dan peran aktif PMO menjadi faktor penguat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi faktor individu, sosial, ekonomi, dan pelayanan kesehatan secara bersama-sama memengaruhi keberhasilan pengobatan TB.
Downloads
References
Anggiani, S., Safariyah, E., & Novryanthi, D. (2023). Hubungan pengawas menelan obat (PMO) dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Kayu Manis Kota Bogor. Journal of Public Health Innovation, 4(1), 84–92.
Aryastami, N. K., & Shankar, A. V. (2020). Peran Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Pasien TB dalam Pengobatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 15(1), 35–42.
Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Lampung Tahun 2024.
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2023). Health Program Planning: An Educational and Ecological Approach (4th ed.). New York: McGraw-Hill.
Indriani, I., & Astuti, R. (2022). Faktor yang Mempengaruhi Penderita TB Paru Terhadap Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis di Puskesmas Jatisawit Indramayu. Afiasi: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1(1), 1–9.
Kemenkes RI. (2021). Petunjuk Teknis Program
Pengendalian Tuberkulosis di Indonesia. Jakarta: Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan RI.
Kinsay, M. L., Pratama, P., & Na’ima. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada penderita TB paru. CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal, 4(2), 45–52.
Maghfirah, N., Irianto, S. E., & Setiaji, B. (2024). Faktor penentu kepatuhan minum obat penderita tuberkulosis di Kabupaten Lampung Utara tahun 2024. Jurnal Dunia Kesmas, 13(2), 123–130.
Maulidan, M., Dedi, D., & Khadafi, M. (2024). Dukungan keluarga berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 3(3), 150–157.
Rismawati, Sulaiman, E., & Dawu, A. E. (2024). Hubungan efek samping, dukungan keluarga dan jarak fasilitas kesehatan terhadap kepatuhan minum obat pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna, 3(3), 275–285.
Sari, R. K., & Zulkarnain, Z. (2024). Faktor Penentu Kepatuhan Minum Obat Penderita Tuberkulosis di Kabupaten Lampung Utara. Jurnal Dunia Kesehatan Masyarakat (DUNIAKESMAS), 13(1), 56–64.
Sapeni, M. A. R., Melinda, E., & Yuniyanti, T. A. (2024). Hubungan efikasi diri dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di rumah sakit swasta X Kota Bekasi. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 9(1), 15–22.
Siregar, R. A., & Sari, D. P. (2023). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis pada Pasien Tuberkulosis Paru di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang. PHJ: Primary Health Journal, 5(3), 87–94.
Yudarto, Y., Agustiani, S., & Hermain, H. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien minum obat TB paru. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(5), 2429–2438.
Yulita, P., Ekawati, D., Priyatno, A. D., & Gustina, E. (2024). Analisis kepatuhan minum obat anti tuberkulosis paru pada penderita tuberkulosis di Kabupaten Empat Lawang tahun 2024. Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP), 8(1), 60–68.
Yunalia, E. M., Suharto, I. P. S., Haryuni, S., Eleeuw, S., & Samudera, W. S. (2024). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru. Nursing Sciences Journal, 6(2), 50–57.
World Health Organization (WHO) (2024). Global Tuberculosis Report 2024.
Wulandari, I. S. M., Rantung, J., & Malinti, E. (2024). Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Parongpong. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 5(1), 30–38.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
An author who publishes in the Journal of Nursing and Public Health agrees to the following terms:
Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
Submission of a manuscript implies that the submitted work has not been published before (except as part of a thesis or report, or abstract); that it is not under consideration for publication elsewhere; that its publication has been approved by all co-authors. If and when the manuscript is accepted for publication, the author(s) still hold the copyright and retain publishing rights without restrictions. For the new invention, authors are suggested to manage its patent before published. The license type is CC-BY-SA 4.0.
Journal of Nursing and Public Health is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to:
Share — copy and redistribute the material in any medium or format
Adapt — remix, transform, and build upon the material
for any purpose, even commercially.
The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.






