GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKLUS MENSTRUASI TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI
Abstract
Pendahuluan: Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang perlu mendapat perhatian khusus.Remaja merupakan salah satu kelompok yang paling berisiko untuk mengalami kekurangan zat besi. Rematri memiliki resiko sepuluh kali lebih besar untuk menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra karena kebutuhan absorbsi zat besi memuncak pada umur 14- 15 tahun pada remaja putri. Metode: Jenis penelitian ini adalah diskriptif quantitatif. Sampel dalam penelitian adalah seluruh siswi kelas VII SMPN 04 Kota Bengkulu yang mengalami anemia sebanyak 80 responden. Data informasi responden berupa pengetahuan dan siklus menstruasi dikumpulkan melalui proses wawancara dan pengisian kuesioner. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 80 responden rematri yang mengalami anemia di SMPN 4 Kota Bengkulu mayoritas responden memiliki pengetahuan yang kurang yaitu 35 orang ( 43,8 %), pengetahuan cukup sebanyak 30 orang ( 37,5 %), dan hanya 15 orang (18,8%) yang memiliki pengetahuan baik. Siklus Menstruasi menunjukan bahwa dari 80 remaja putri yang mengalami anemia, sebanyak 48 orang (60,0 %) yang mengalami menstruasi tidak normal, dan hanya 32 orang (40,0%) yang mengalami menstruasi normal. Kesimpulan: Anemia dapat sebabkan oleh berbagai faktor seperti pola siklus menstruasi yang tidak teratur dan tingkat pengetahuan yang kurang tentang anemia, upaya pencegahannya dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan tentang anemia, dan melakukan kerja sama lintas sektor atau program dalam pemberian tablet Fe.
Downloads









