HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU
Abstract
Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu tantangan dan masalah gizi secara global yang sedang dihadapi oleh masyarakat di dunia. World Health Organization menargetkan penurunan 40% angka Stunting di seluruh dunia pada tahun. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengestimasikan prevalensi balita stunting di seluruh dunia sebesar 22% atau sebanyak 149,2 juta pada 2020 (WHO, 2021). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, mencatat prevelensi Stunting di Negara Indonesia pada tahun 2021 Stunting sebesar 24,4%, Pada tahun 2022 prevelensi Stunting menurun menjadi 21,6%, sedangkan pada tahun 2023 mengalami penurunan sedikit menjadi 21,5% dan di tahun 2024 prevelensi menurun kembali menjadi 19,8% (SSGI, 2024). Metode Peneltian: Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan menyebarkan kuisioner pada 33 responden kepada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar kota Bengkulu, teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil Penelitian: Hasil univariat bahwa sebagian besar dari responden yaitu 20 orang (60,6%) yang keluarganya mendukung dan terdapat sebagian besar dari responden yaitu 18 orang (54,5%) yang kurang baik perilakunya dalam pencegahan stunting. Hasil bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu dengan nilai p value = 0,015. Saran: Tenaga kesehatan di Puskesmas diharapkan dapat meningkatkan upaya promosi kesehatan dan edukasi kepada ibu hamil serta keluarga, khususnya mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Selain itu, tenaga kesehatan juga perlu melibatkan keluarga dalam kegiatan penyuluhan agar dukungan yang diberikan dapat lebih optimal dalam membentuk perilaku kesehatan ibu.Downloads
References
Arbain, T., Saleh, M., Putri, A. O., Noor, M. S., Fakhriyah, Qadrinnisa, R., Amaliah, S. K., Kasmawardah, I., Abdurrahman, M. H., Ridwan, A. M., Fitriani, L., & Arsyad, M. (2022). Stunting Dan Permasalahannya. In CV Mine.
Ariati, L. I. P., et al. (2022). Faktor-Faktor Resiko Penyebab Terjadinya Stunting Pada Balita Usia 23-59 Bulan Risk Factors Causes Of Stunting In Toddlers Aged 23-59 Months. In Februari (Vol. 2022, Issue 1).
Aurima, J., Susaldi, S., Agustina, N., Masturoh, A., Rahmawati, R., & Madhe, M. T. M. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Stunting pada balita di Indonesia. Open Access Jakarta Journal of Health Sciences, 1(2), 43–48.
Azarine S, Meinarisa, Sari P I. (2023). Hubungan Pengetahuan, Peran Petugas Kesehatan, dan Dukungan Keluarga terhadap Perilaku Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pondok Meja Muaro Jambi Tahun 2023. Jurnal Ilmiah Ners Indonesia, Volume 4, Nomor 1
Beal, T. et al. (2018) “A review of child stunting determinants in Indonesia,” . Maternal and Child Nutrition, 14(4), hal. 1–10. doi: 10.1111/mcn.12617.
Daracantika A, Ainin A, Besral B. (2021). Pengaruh Negatif Stunting terhadap Perkembangan Kognitif Anak. J Biostat Kependudukan, dan Inform Kesehat. 1(2):124–34.
EPPGBM. (2023). Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat. Kota Bengkulu
Erdiana, Yuyun. (2015). Dukungan Keluarga Dalam kunjungan Lansia Di posyandu lansia Di Desa Karanglo lor Kecamatan Sukerejo Kabupaten Ponorogo. Program studi D III Keperawatan Falkultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Fitri, L., & Ernita. (2019). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan MP ASI Dini dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Jurnal Ilmu Kebidanan, 8(1), 19–24.
Friedman. (2017). Buku Ajar Keperawatan Keluarga: Riset, Teori dan Praktek. Jakarta: EGC
Hasibuan. (2015). Manajemen Sumber daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Harahap JR. (2023). Pengaruh Distribusi Makanan, Beban Ganda Dan Pengambilan Keputusan Terhadap Anemia Dalam Kehamilan Di Wilayah Kerja Puskesmas Rumbio Jaya Kabupaten Kampar. J Prot Kesehat;4(1):79–90.
Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa Akreditasi Jurnal Nasional Sinta, J., Bibliometrik dan Analisis Konten Author, A., Rahman, H., Rahmah, M., Saribulan Affiliasi Program Studi Studi Kebijakan Publik, N., Politik Pemerintahan, F., & Rahman Institut Pemerintahan Dalam Negeri, H. (2023). Upaya penanganan Stunting di indonesia. 01.
Jannah NF, Ulfiana E, Wahyuni SD. (2020). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Perilaku Ibu Dalam Melaksaknakan Program Keluarga Sadar Gizi ( KADARZI). J Keperawatan Komunitas. 5(2):88–95.
Kemenkes RI. (2016). Kuisioner Pra Skrining Perkembangan Balita.
Kementerian Kesehatan RI 2025. (2025). SSGI 2024 Survei Status Gizi Indoneisa Dalam Angka.
Kemenkes RI. (2022). Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Buletin Jendela Duta dan Informasi Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2022.
Kusumaningrum, S., Anggraini, M., dan Faizin, C. (2022). Hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil.
Lestari, M., Setiawan, A., & Puspitasari, R. (2025). Pengaruh Program Edukasi Gizi dan Kesehatan Reproduksi pada Remaja terhadap Penurunan Angka Stunting di Kabupaten Jember. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 9(3), 151-158.
Mahendra, Doni. dkk. (2019). Buku Ajar Promosi Kesehatan. Jakarta: Unversitas Kristen Indonesia
Mamangkey SJF, Rompas S, Masi G. (2021). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi di Pukesmas Ranotana Weru. e-Journal Keperawatan (eKp). 6(1):1–6.
Manurung R. (2019). The Effect of Infant Massage on The Quality of Sleep of Infants Aged 0–12 Months. J Aisyah J Ilmu Kesehat. 2019;5(2):221–5.
Maryati, I., Annisa, N., & Amira, I. (2023). Faktor Dominan terhadap Kejadian Stunting Balita. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3), 2695–2707. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i3.4419
Mubarok. (2015). Promosi Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu
Nursalam. (2020). Metodeologi Penelitian Ilmu Keperawatan. (P. P. Lestari, Penyunt.) Jakarta: Salemba Medika
Pratama, A.A. et al. (2023). Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Anak Usia 1-5 Tahun. Nutriology : Jurnal Pangan,Gizi,Kesehatan, 4(2), pp. 33– 38. Available at: https://doi.org/10.30812/nutriology.v4i2.3239
Priutama B, Anggraini Di, Nisa K. Literatur Review Penyebab Langsung (Immediate Cause) Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Anak Immediate Cause Affects Stunting In Children. J Ilm Kesehat Sandi Husada. 2019;10(2):299–303.
Santoso, P. (2024). Analisa Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Stunting: Literatur Review. Care Journal, 3(1), 24-31.
Salamung, Niswa, dkk. (2021). Keperawatan Keluarga (Family Nursing). Duta Media Publishing
Setiawati, E. (2025). Hubungan Pendidikan Ibu Balita dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Marusu Kabupaten Maros. 6(1), 27–33.
SKI. (2023). Data survei kesehatan indonesia 2023.
SSGI. (2024). Hasil survei status gizi indonesia 2024 (ssgi 2024) 02. 2024(Ssgi 2024).
SSGI. (2022). Hasil survei status gizi indonesia 2022 (ssgi 2022) 02. 2022(Ssgi 2022).
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
Ningrum, D., Lindayani, E., Faozi, A., Ma’ruf, N. M., Fauziyah, R. N., Diii, P., Upi, K., Sumedang, K., Si, P., Upi, P., Kesehatan Kemenkes Bandung, P., Kunci, K., Ibu, P., Sehat, M., & Dini, A. U. (2024). Peningkatan Pengetahuan Ibu tentang Makanan Sehat untuk Mencegah Stunting pada Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 12–19. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/5645
Notoatmodjo. (2018). Promosi Kesehatan dan Prilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Rahayu, A., et al .(2018). STUDY GUIDE–Stunting dan Upayapencegahannya Bagi Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Jakarta, CV Mine
Riska H., Rokhaidah. (2022). Pengetahuan Ibu dan Dukungan Keluarga Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, Volume 14 Edisi 3, 2022
Roth. (2015). Perencanaan Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC
Sarafino. (2016). Health Psychology. America Serikat: John Wiley
Syarkawi, A. & Anwar, M. (2019). Gambaran pengetahuan sikap dan dukungan keluarga oleh ibu hamil terhadap pelayanan kebidanan di wilayah kerja puskesmas. J-KESMAS J. Kesehat. Masy. 3, 98.
UNICEF, WHO, & World Bank. (2020). Levels and trends in child malnutrition: Key findings of the 2020 Edition of the Joint Child Malnutrition Estimates. Geneva: WHO 24 (2), 1–16. Retrievedfrom https: //www.who.int/publications/i/item/jme-2020-edition.
Wawan A, Dewi. (2015). Teori & Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia. ketiga. Yogyakarta: Nuha Medika
WHO. (2021). Level and Trends in Child Malnutrition. Who;24(2):51-78. https://www.who.int/publications/i/item/9789240025257
UNICEF, WHO, & WORLD BANK. (2023). Level and trend in child malnutrition.WorldHealthOrganization,4.https://www.who.int/publications/i/item/9789240073791
Yanti, N. D., Betriana, F., & Kartika, I. R. (2020). Faktor penyebab Stunting pada anak: Tinjauan literatur. Real In Nursing Journal, 3(1), 1–10.
Yudita Ingga Hindriati, & et., al. (2023). Gambaran perkembangan anak usia 0-59 bulan di posyandu tulip kelurahan tuguraja , kecamatan cihideung description of the development of children aged 0- 59 month at the tulip posyandu in tuguraja village ,. 5(1), 27–35.
Yusuf, D. M. (2023, June). Stunting di Indonesia dan Sebarannya di Lokasi NUWSP. Https://Nuwsp.Web.Id/Artikel/5910
Lestari, W. (2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan Stunting Pada Ibu Hamil. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 123–130.
Putri, D., & Handayani, S. (2023). Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Stunting di Puskesmas. Jurnal Kebidanan Indonesia, 14(1), 45–52.
Rahmawati, I. (2021). Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Perilaku Kesehatan Ibu Hamil. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan, 10(1), 67–74.
Wulandari, R. (2022). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Pencegahan Stunting Pada Ibu Hamil. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(3), 201–208.









