Journal of Nursing and Public Health https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph <p><strong>Journal of Nursing and Public Health</strong> is an&nbsp;open-access and peer-reviewed journal.&nbsp;<strong>Journal of Nursing and Public Health is ISSN:&nbsp;<a href="http://issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1374833546&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2338-7033</a> (Print)</strong>&nbsp;and <strong>ISSN:&nbsp;<a href="http://issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1583310132&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2722-0613</a> (Online).</strong>&nbsp;<strong>Journal of Nursing and Public Health</strong> is an international journal that provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews, and short reports on all aspects.&nbsp;The journal is published regularly every year.&nbsp;</p> <p><strong>Journal of Nursing and Public Health</strong> considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The&nbsp;<strong>focus and scopes</strong>&nbsp;of the journal include adult <strong>Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health,&nbsp;</strong>science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ).&nbsp;</p> <p>It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way.</p> <p>This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.</p> en-US <p>An author who publishes in the&nbsp;<strong>Journal of Nursing and Public Health</strong>&nbsp; agrees to the following terms:</p> <p>Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal</p> <p>Submission of a manuscript implies that the submitted work has not been published before (except as part of a thesis or report, or abstract); that it is not under consideration for publication elsewhere; that its publication has been approved by all co-authors. If and when the manuscript is accepted for publication, the author(s) still hold the copyright and retain publishing rights without restrictions. For the new invention, authors are suggested to manage its patent before published.&nbsp;<span id="m_4863372954928520277yui_3_16_0_ym19_1_1499518718599_9240">The license type is&nbsp;</span><span id="m_4863372954928520277yui_3_16_0_ym19_1_1499518718599_9241"><a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/">CC-BY-SA 4.0.</a></span></p> <p><img class="irc_mut iQ9a5BCPU1W8-HwpH6ZlgJaI" src="https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRzxQS1SkHCEcIEWJgl3AGsOaYG6597aDA0dMctQzH4WPNufHKL" alt="Hasil gambar untuk gambar cc by sa" width="93" height="32"></p> <p><strong>Journal of Nursing and Public Health&nbsp;</strong>is licensed under a&nbsp;<a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License</a>.</p> <p>You are free to:</p> <p>Share&nbsp;— copy and redistribute the material in any medium or format</p> <p>Adapt&nbsp;— remix, transform, and build upon the material</p> <p>for any purpose, even commercially.</p> <p>The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.</p> ariussatoni@unived.ac.id (Arius Satoni) ariussatoni@unived.ac.id (ariussatoni) Tue, 14 Apr 2026 14:15:31 +0700 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 INFEKSI VIRUS MPXV: MEKANISME INFEKSI, RESPONS IMUN, DAN METODE DIAGNOSTIK VIRUS https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11357 <p>Pendahuluan: Cacar mpox merupakan penyakit menular yang telah menginfeksi manusia ke manusia dalam beberapa tahun kebelakang. Penyakit ini disebabkan oleh virus MPXV, virus ini merupaja virus DNA untai ganda linier. Virus MPXV dapat menginfeksi manusia dan melakukan replikasi didalam tubuh tanpa dikenali oleh sistem imun. Virus ini memiliki imun escape untuk melakukan penghindaran dari sel-sel fagosit didalam tubuh yang menyebabkan respons imun innate dan adaptif tidak teraktivasi maksimal. Pentingnya pemahaman secara molekuler tentang virus MPXV sehingga pengembangan pemeriksaan laboratorium, pengobatan infeksi, dan vaksinasi terhadap virus MPXV dimasa mendatang. Metode: Penulisan ini menggunakan studi review literatur dari berbagai jurnal dan sumber ilmiah yang membahas tentang virus MPXV. Review literatur ini dimulai dari tinjauan pustaka, tinjauan ini akan mengetahui struktur, genom, siklus hidup, respons imun tubuh, imun escape, dan pemeriksan laboratorium virus MPXV. Review literatur ini sebagai referensi untuk mengetahui sel imun yang berperan dalam penanganan virus monkeypox. Penulis menggunakan google scholar, researchGate, dan PubMed untuk mengumpulkan berbagai jurnal dari literatur yang membahas virus monkeypox. Kesimpulan: Virus MPXV memiliki kemampuan untuk melakukan replikasi dan penghindaran sistem imun. Memahami struktur, proses replikasi, siklus hidup, mekanisme molekuler yang mendasari imun escape dapat digunakan untuk pengembangan metode diagnostik, pengobatan, dan vaksin MPXV dimasa mendatang. Penelitian tentang virua MPXV akan sangat penting untuk memajukan pemahaman kita tentang interaksi virus-inang dan mengembangkan strategi yang efektif.</p> MARDHAH SASTRI UTAMI, RESVA MEINISASTI ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11357 Tue, 14 Apr 2026 00:00:00 +0700 KOMPETENSI KLINIS DAN EFIKASI DIRI TERHADAP PERILAKU CARING DENGAN KETERIKATAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11402 <p>Pendahuluan: Penelitian ini dilandaskan hasil observasi awal yang menginformasikan tentang peningkatan insiden keselamatan pasien di tahun 2023 dibandingkan tahun 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap secara empiris pengaruh kompetensi klinis dan efikasi diri terhadap perilaku caring dengan keterikatan kerja sebagai variabel intervening. Metode: Jenis penelitian termasuk dalam kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi yang digunakan adalah perawat rawat inap. Teknik sampling menggunakan non-probability, dengan perhitungan menggunakan rumus slovin tingkat kesalahan 5%, sehingga ditemukan jumlah sampel sebanyak 133 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan metode analisa menggunakan analisa three box method serta SEM. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisa membuktikan bahwa secara simultan kompetensi klinis, efikasi diri dan keterikatan kerja berpengaruh terhadap perilaku caring. Kesimpulan: Kompetensi klinis dan efikasi diri berpengaruh terhadap keterikatan kerja. Keterikatan kerja mengintervensi hubungan kompetensi klinis dan efikasi diri terhadap perilaku caring.</p> MARIA SUZANNA K SALEKY, ANDRY ANDRY, IDRUS JUS’AT ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11402 Tue, 14 Apr 2026 00:00:00 +0700 FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN MATA PADA PENGGUNA KOMPUTER BAGIAN OPERASIONAL DI PT. X TAHUN 2025 https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11477 Pendahuluan: Kondisi subjektif yang dikenal sebagai kelelahan mata disebabkan oleh penggunaan komputer intensif dalam jangka waktu lama yang membuat mata lelah. WHO memperkirakan bahwa 4,24% dari populasi global, atau 285 juta orang, menderita gangguan penglihatan. Survei Penetrasi Internet Indonesia 2024 dari APJII menunjukkan bahwa tingkat penetrasi internet di negara ini telah meningkat menjadi 79,5%. Pada tahun 2023, Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa 23,59% penduduk DKI Jakarta menggunakan komputer. Menurut hasil studi pendahuluan yang dilakukan dengan mendistribusikan kuesioner di PT.X, didapatkan hingga 80% responden mengalami kelelahan mata, termasuk keluhan penglihatan ganda pada 4 responden, penglihatan kabur 8 responden, dan kesulitan fokus pada 5 responden. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti variabel-variabel yang berhubungan dengan kelelahan mata di kalangan pengguna komputer PT. X bagian operasional. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dan metodologi kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari 82 responden dan 46 responden dipilih sebagai sampel menggunakan rumus uji hipotesis untuk dua proporsi yang berbeda. Metode pengambilan sampel penelitian yang digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling. Penelitian ini dilaksanakan antara tanggal 8 Desember 2025 dan 7 Januari 2026. Data diperoleh melalui pengumpulan data primer. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis data univariat dan bivariat. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian ini menunjukkan, persentase tertinggi karyawan yang mengalami kelelahan mata sebanyak 42 orang (91,3%), karyawan yang berusia ≤ 40 tahun sebanyak 29 orang (63%), karyawan dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 27 orang (58,7%), karyawan yang memiliki masa kerja >3 sebanyak 43 orang (93,5%), kelainan refraksi sebanyak 40 orang (87%), dan durasi penggunaan komputer ≤ 8 jam per hari sebanyak 26 orang (56,5%), dan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kelelahan mata (p-value = 0,024). Kesimpulan: Sebagai upaya preventif terhadap risiko kelelahan mata perlu dilakukannya pemeriksaan mata secara rutin minimal 1 tahun sekali, pekerja yang memiliki kelainan refraksi disarankan menggunakan kacamata sesuai hasil refraksinya dan menggunakan lensa anti radiasi, mengedukasi karyawan dengan acara health talk, dan penerapan istirahat mata. SHELA DAMAYANTI, IZZATU MILLAH, EKA CEMPAKA PUTRI, MIRTA DWI RAHMAH RUSDY ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11477 Tue, 14 Apr 2026 00:00:00 +0700 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN TAHUN 2025 https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11482 Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Pino Raya tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 89 ibu yang memiliki balita usia 24–60 bulan yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Variabel independen meliputi usia perkawinan ibu, tingkat pengetahuan ibu, riwayat berat badan lahir rendah (BBLR), kondisi sanitasi lingkungan, dan pola asuh, sedangkan variabel dependen adalah kejadian stunting berdasarkan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada analisis bivariat (p < 0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat BBLR merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting, di mana balita dengan riwayat BBLR memiliki risiko 3,8 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan balita tanpa riwayat BBLR (OR = 3,828; p = 0,029). Selain itu, usia perkawinan ibu juga menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian stunting. Disimpulkan bahwa kejadian stunting dipengaruhi oleh faktor biologis, maternal, dan lingkungan, dengan BBLR sebagai determinan utama. Intervensi pencegahan perlu difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil, pencegahan BBLR, edukasi gizi, serta perbaikan sanitasi dan pola asuh. AUULIA FUJINA, HARTIAN PANSORI, TUTI ROHANI ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11482 Tue, 14 Apr 2026 00:00:00 +0700 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI KABUPATEN MUKOMUKO TAHUN 2025 https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11483 Pendahuluan: Kekerasan seksual terhadap anak menjadi permasalahan serius di Dunia dan termasuk di Indonesia. Kekerasan seksual memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan perkembangan sosial anak. Tingginya angka tersebut mengindikasikan bahwa perlindungan terhadap anak masih sangat lemah dan terdapat berbagai faktor yang memengaruhi terjadinya kekerasan seksual ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Kabupaten Mukomuko. Metode: Jenis penelitian secara deskriftif analitik dengan menggunakan desain case control. Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh orang tua anak yang mengalami kekerasan seksual pada tahun 2025 yaitu berjumlah 21 kasus. Cara pengambilan sampel pada penelitian adalah dengan menggunakan tehnik purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan/kriteria tertent. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis uji univariat sebagian responden 23 orang (54,7%) Pendidikan rendah, sebagian responden 22 orang (52,4%) memiliki status ekonomi tinggi, lebih sebagian responden 24 orang (57,1%) pola asuh orang tua permisif, sebagian responden 28 orang (52,4%) memiliki pengaruh teman sebaya pengaruh positif. Analisis Bivariat Ada pengaruh faktor pendidikan orang tua, pola asuh dan teman sebaya terhadap Kekerasan Seksual Terhadap Anak, tidak ada pengaruh faktor sosial ekonomi orangtua terhadap Kekerasan Seksual Terhadap Anak. Analisis multivariat bahwa faktor yang paling dominan adalah faktor pendidikan orang tua. Kesimpulan: Upaya pencegahan perlu dilakukan secara terpadu melalui peningkatan peran keluarga, pendidikan seksual yang tepat sejak dini, penguatan sistem perlindungan anak, serta keterlibatan aktif masyarakat dan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. ETRIK ADRIANTY, BERLIAN KANDO SIANIPAR, HARTIAN PANSORI ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11483 Tue, 14 Apr 2026 00:00:00 +0700 PENGETAHUAN FAKTOR RESIKO PENYAKIT JANTUNG DAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN JANTUNG https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11484 Pendahuluan: Peningkatan kasus penyakit jantung setiap tahunnya dapat dikontrol dari faktor resiko yang dapat dimodifikasi. Faktor pendorong melakukan perubahan prilaku salah satunya dengan pengetahuan dan merupakan kunci dalam meningkatkan kesadaran menjalankan prilaku hidup sehat. Ketakutan dan kecemasan dialami oleh keluarga jika ada anggota keluarganya yang masuk rumah sakit. Jika keluarga yang mengalami kecemasan tentunya tidak dapat berpikir jernih, tidak dapat memberikan perawatan yang maksimal dan tidak dapat memberikan semangat bagi pasien jantung untuk menjalani perawatan Metode: Penelitian deskripsi korelasi dengan metode cross sectional untuk hubungan pengetahuan keluarga tentang resiko penyakit jantung dan tingkat kecemasan keluarga pasien jantung. Sampel merupakan keluarga pasien jantung yang mengantar berobat pasien ke Rumah Sakit. Sampel berjumlah 58 responden dengan tehnik accidental sampling. Pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas, sedangkan mengukur tingkat kecemasan keluarga pasien jantung dengan menggunakan modifikasi lembar checklist cemas HARS. Analisis bivariat menggunakani uji chi square. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan Ada hubungan antara kecemasan keluarga pasien jantung dengan jenis kelamin. Sebagian besar pengetahuan keluarga tentang risiko penyakit jantung termasuk dalam kategori berpengetahuan baik. Sebagian kecil keluarga pasien jantung mengalami kecemasan. Tidak ada hubungan pengetahuan keluarga tentang risiko penyakit jantung dengan tingkat kecemasan. Kesimpulan: Tidak ada hubungan pengetahuan keluarga tentang risiko penyakit jantung dengan tingkat kecemasan. Hendaknya pihak rumah sakit dapat memberikan tindakan keperawatan misalnya pendidikan kesehatan tentang risiko penyakit jantung kepada keluarga pasien jantung terutama kepada keluarga yang tingkat pengetahuannya rendah serta dapat memberikan tindakan keperawatan pada keluarga pasien yang mengalami kecemasan. FATIMAH KHOIRINI, DERISON MARSINOVA BAKARA, ALMAINI ALMAINI ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11484 Tue, 14 Apr 2026 00:00:00 +0700 ANALISIS KADAR INDEKS ERITROSIT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS YANG MENJALANI PENGOBATAN DENGAN OAT DI KOTA BENGKULU https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11487 Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Pengobatan TB menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) diketahui dapat mempengaruhi parameter hematologi, yaitu Isoniazid, Rifampisin, Etambutol, Pirazinamid, dan Streptomisin. Morfologi eritrosit dan termasuk indeks eritrosit yang berperan penting dalam evaluasi anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar indeks eritrosit pada penderita TB yang menjalani pengobatan dengan OAT di Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross sectional dengan sampel sebanyak 30 penderita TB yang sedang menjalani pengobatan OAT. Data kadar indeks eritrosit diperoleh melalui pemeriksaan menggunakan alat hematologi diff 5 dan dianalisis secara deskriptif. Hasil dan Pembahasan: Penelitian menunjukkan rerata kadar MCV 100,42 fL, MCH 31,08 pg, dan MCHC 30,04 g/dL. Sebagian besar responden memiliki MCV tinggi (80%), MCH normal (70%), dan MCHC rendah (53,3%). Berdasarkan fase pengobatan, terjadi peningkatan kadar MCV dan MCH pada fase lanjutan, sedangkan MCHC cenderung menurun. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi OAT dapat menyebabkan perubahan morfologi eritrosit melalui efek terhadap metabolisme vitamin B12, folat, dan hemoglobin yang tercermin dari perubahan indeks eritrosit responden. Kesimpulan: Penderita TB yang menjalani pengobata OAT mengalami perubahan indeks eritrosit yang mencerminkan adanya pengaruh pengobatan terhadap status hematologi responden. GUNTUR BARUARA, AVRILYA IQORANNY SUSILO ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11487 Tue, 14 Apr 2026 00:00:00 +0700 PEMANTAUAN KEPADATAN LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT DBD DI TPA AIR SEBAKUL KOTA BENGKULU https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11493 Menurut data World Health Organization (WHO), sekitar 390 juta kasus infeksi virus dengue terjadi setiap tahun di seluruh dunia, dengan sekitar 96 juta kasus menunjukkan manifestasi klinis. Wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, merupakan salah satu kawasan dengan beban kasus tertinggi. Di Indonesia, Tujuan Penelitian Untuk mengetahui tingkat kepadatan larva nyamuk Aedes aegypti di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul Kota Bengkulu. Metode : Penelitian ini menggunakan metode surveilans deskriptif dengan pendekatan kuantitatif fokus pada pemantauan larva nyamuk. Hasil : Hasil dari penelitian ini ada 25 wadah yang di periksa 12 wadah posisif jentik seperti plastik kresek dan pembungkus lunak di angka 20% di susul dengan styrofoam 12% kaleng bekas minuman 8% serta botol plastik 8 % dengan container indeks 48% yang masih termasuk tinggi. Saran : Diharapakan Pemerintah daerah dan pengelola TPA perlu melakukan pengelolaan lingkungan yang lebih baik, terutama dengan menutup atau menimbun wadah yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk. FUAD MUZAKIN, HAIDINA ALI ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11493 Tue, 14 Apr 2026 00:00:00 +0700 DETERMINAN SOSIAL KESEHATAN PADA ANAK INFEKSI KECACINGAN DERAJAT RINGAN https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11497 Pendahuluan: Infeksi kecacingan atau Soil-Transmitted Helminth (STH) merupakan salah satu penyakit infeksi tropis yang terabaikan dan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat global. Pengalaman berbagai studi menunjukkan bahwa keberhasilan pengendalian kecacingan sangat bergantung pada Determinan Sosial Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan profil Determinan Sosial Kesehatan pada anak dengan infeksi kecacingan derajat ringan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain studi crossectional. Sebanyak 36 responden terlibat dalam penelitian ini merupakan anak usia prasekolah dan sekoah. Pengambilan sampel menggunakan metode convenience sampling. Data informasi responden berupa usia, jenis kelamin, dan Determinan Sosial Kesehatan yang dikumpulkan melalui peoses wawancara dan pengisian kuesioner. Sedangkan untuk mengetahui infeksi kecacingan dilakukan uji sampel tinja di Laboratorium Klinik dengan memakai teknik Kato-Katz. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif untuk melihat gambaran setiap variabel dengan infeksi kecacinga. Hasil dan Pembahasan: Hasil Kato-Katz menunjukkan bahwa infeksi kecacingan ada seluruh responden berada pada derajat ringan. Terdapat sebesar 25% responden dengan kategori Determinan Sosial Kesehatan yang rendah, dan sebesar 75% rensponden dengan kategori sedang. Dampak infeksi kecacingan tidak hanya menimbulkan gejala klinis ringan hingga berat seperti anemia, malnutrisi, dan gangguan tumbuh kembang, tetapi juga dapat menurunkan produktivitas, prestasi belajar, dan kualitas hidup individu yang terinfeksi. Kerangka Determinan Sosial Kesehtan yang dikemukakan WHO menegaskan bahwa kesehatan tidak hanya ditentukan oleh faktor biologis, tetapi juga oleh kondisi sosial tempat individu lahir, tumbuh, bekerja, dan hidup. Faktor-faktor sosial ini berinteraksi dengan determinan lingkungan dan perilaku untuk memengaruhi status kesehatan, termasuk penyakit menular. Dalam kasus kecacingan, rendahnya pendidikan menghambat pemahaman perilaku hidup bersih dan sehat, sementara keterbatasan ekonomi membatasi akses terhadap sanitasi dan air bersih. Akibatnya, kelompok dengan determinan sosial yang kurang menguntungkan memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi berat dan reinfeksi berulang. Kesimpulan: Determinan Sosial Kesehatan responden hanya pada tingkat rendah-sedang mengindikasikan bahwa kondisi pengetahuan, sanitasi, higienitas, dan ketersediaan air bersih pada populasi anak yang diteliti masih belum optimal. menjadi perhatian bahwa edukasi. Dengan demikian, maka diperlukan suatu tindakan integrasi untuk meningkatkan pengetahuan dan prilaku masyarakat dalam perbaikan Deteminan Sosial Kesehatan. KARLINA MAHARDIENI, JULIAN CHENDRASARI, IMELDA YUNITRA, SURIYANI SURIYANI ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11497 Tue, 14 Apr 2026 00:00:00 +0700 HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN POLA PEMBERIAN MP ASI DENGAN STATUS GIZI ANAK UMUR 6-23 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CURUP https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11499 Pendahuluan: Pengetahuan ibu dan pola pemberian MP ASI merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan status gizi. Gizi memiliki peran penting dalam siklus kehidupan manusia, sejak dalam kandungan hingga lanjut usia. Kekurangan gizi pada anak baduta dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang yang berlanjut hingga dewasa jika tidak ditangani sejak dini. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian diskreptif dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu Probability Sampling dengan cara Cluster Random Sampling didapatkan sampel sebanyak 100 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisoner yang diadaptasi dari penelitian sebelumnya yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Uji statistik yaitu menggunakan uji Chi Square. Hasil dan Pembahasan: Diperoleh nilai p value 0,000 < 0,005 sehingga terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi anak dan nilai OR 4,086 dan hasil analisa data diperoleh nilai p value 0,000 < 0,005 sehingga terdapat hubungan antara pola pemberian MP ASI dengan status gizi anak dan nilai OR 3,796. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan pola pemberian MP ASI dengan status gizi anak umur 6-23 bulan diwilayah kerja Puskesmas Curup. DESTRI MUTIARA DWI PUTRI, MISNIARTI MISNIARTI, EVA SUSANTI, SRI HARYANI ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11499 Tue, 14 Apr 2026 00:00:00 +0700 HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN TAHUN 2025 https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11502 Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Bengkulu Selatan dan berkaitan erat dengan kondisi sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian DBD serta menentukan faktor yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan desain case–control dengan jumlah sampel 232 responden, terdiri dari 116 kasus dan 116 kontrol. Variabel independen meliputi kondisi tempat penampungan air, sistem pengelolaan sampah, dan kondisi lingkungan rumah, sedangkan variabel dependen adalah kejadian DBD. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square dan Odds Ratio (OR), serta multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa kondisi tempat penampungan air (OR = 1,75; p = 0,035), sistem pengelolaan sampah (OR = 1,81; p = 0,025), dan kondisi lingkungan rumah (OR = 2,20; p = 0,003) berhubungan signifikan dengan kejadian DBD. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kondisi lingkungan rumah merupakan faktor paling dominan (Adjusted OR = 2,36; 95% CI = 1,36–4,08). Kesimpulannya, sanitasi lingkungan berhubungan dengan kejadian DBD di Kabupaten Bengkulu Selatan, dengan kondisi lingkungan rumah sebagai faktor dominan. Oleh karena itu, pencegahan DBD perlu difokuskan pada perbaikan lingkungan rumah melalui penguatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). RESMI DARTI, YUNITA THERESIANA, TUTI ROHANI ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11502 Tue, 14 Apr 2026 00:00:00 +0700 PROFIL EFEK SAMPING PADA PENGGUNA KONTRASEPSI HORMONAL DI APOTEK KOTA PALU https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11556 Pendahuluan: kontrasepsi hormonal merupakan salah satu pilihan metode kontrasepsi yang saat ini paling banyak digunakan karena dianggap memiliki tingkat efektifitas yang tinggi. Akan tetapi, kontrasepsi ini juga mempunyai beberapa efek samping yang ditimbulkan yang dapat mengganggu kesehatan serta menimbulkan ketidaknyamanan pada penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil jenis kontrasepsi hormonal yang digunakan, gambaran kejadian efek samping serta prevalensi adverse drug reactions (ADRs) kontrasepsi hormonal di apotek Kota Palu. Metode: penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan instrumen kuesioner berupa algoritma Naranjo yang diberikan kepada responden di apotek Kota Palu. Hasil dan Pembahasan: dari 100 responden pada penelitian ini, distribusi jenis kontrasepsi hormonal yang digunakan terdiri atas kontrasepsi suntik sebanyak 52 responden (52%), pil sebanyak 30 responden (30%) dan implan sebanyak 18 responden (18%). Kejadian efek samping yang dilaporkan meliputi kenaikan berat badan pada 51 responden (51%), pusing/sakit kepala pada 25 responden (25%), gangguan menstruasi pada 24 responden (24%), jerawat pada 20 responden (20%), mual 13 responden (13%) dan keputihan pada 4 responden (4%). Adapun prevalensi kejadian ADRs penggunaan kontrasepsi hormonal sebesar 34% tergolong sebagai ADRs probable, sedangkan 66% lainnya tergolong sebagai ADRs possible. Kesimpulan: penggunaan kontrasepsi hormonal di apotek Kota Palu berpotensi menimbulkan reaksi efek samping yang dapat diidentifikasi sebagai ADRs probable pada sekitar 34% pengguna. RIRIEN HARDANI, AMELIA RUMI, M. FAKHRUL HARDANI, GINAMEDIKA PUTRI ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11556 Tue, 14 Apr 2026 00:00:00 +0700 ANALISIS KEPADATAN POPULASI JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI DI RT. 09 KELURAHAN SUMBER JAYA KECAMATAN KAMPUNG MELAYU KOTA BENGKULU https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11558 Latar Belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang tergolong Arthropod-Borne Virus, genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Penularan penyakit DBD terjadi dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes yang merupakan vektor utamanya. Tujuan Penelitian untuk mengetahui Analisis Kepadatan Populasi Jentik Nyamuk Aedes Aegptyi di RT. 09 Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.Metode: Penelitian ini direncanakan menggunakan metode deskriptif, metode penelitian ini bertujuan mengambarkan fenomena atau karakteristik populasi yang sedang diteliti.Hasil: Hasil survei menunjukkan nilai House Imdex (HI) sebesar 86%, Container Index (CI) sebesar 60,53%, Breteau Index (BI) sebesar 138, dan Angka Bebas Jentik (ABJ) hanya 14%. Kombinasi HI, CI, dan BI menunjukkan Density Figure (DF) pada tingkat sangat tinggi (kategori 8–9). Data dikumpulkan melalui survei lapangan terhadap 50 rumah dengan 114 tempat penampungan air dan dianalisis secara deskriptif. Hal ini menandakan wilayah RT. 09 berisiko tinggi terhadap penyebaran DBD akibat tingginya populasi jentik Aedes Aegypti. Saran: Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), khususnya 3M Plus, seperti menguras, menutup, dan mendaur ulang wadah air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Langkah ini penting untuk menurunkan kepadatan populasi jentik dan mencegah penyebaran penyakit DBD. KANIA PUTRI MENDARE, HAIDINA ALI ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11558 Tue, 14 Apr 2026 00:00:00 +0700 HUBUNGAN PIJAT BAYI TERHADAP KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH BINAAN PUSKESMAS SAWAH LEBAR https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11899 <p align="justify"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: medium;"><span lang="id-ID">Latar Belakang: Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat penyakit menular di dunia. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa hampir 4 juta orang meninggal setiap tahun akibat ISPA, dan 98% di antaranya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan bawah, seperti pneumonia. Angka kematian tertinggi terjadi pada bayi, anak-anak, dan lansia, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah. Infeksi pernapasan akut juga menjadi salah satu penyebab paling umum konsultasi medis di fasilitas kesehatan primer, terutama dalam pelayanan anak (WHO, 2020). Secara global, kasus ISPA masih menjadi ancaman serius kesehatan anak, sekitar 50% dari seluruh penyakit anak berusia dibawah 5 tahun, dan 30% pada anak berusia 5-12 tahun disebabkan oleh ISPA. Sebagian besar terjadi pada saluran pernafasan atas, tetapi sekitar 5% melibatkan saluran pernafasan bawah terutama pneumonia (Nugrahaeni, 2024).Tujuan Penelitian : Diketahuinya Hubungan Pijat Bayi Terhadap Pencegahan Kejadian ISPA padaBalita di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 12–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar sebanyak 660 balita, dengan jumlah sampel 87 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pijat bayi dengan pencegahan kejadian ISPA pada balita dengan nilai p = 0,007 (p &lt; 0,05). Balita yang rutin dilakukan pijat bayi memiliki risiko lebih rendah mengalami ISPA. </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-size: medium;"><span lang="id-ID">Disimpulkan bahwa pemberian imunisasi lengkap dan pijat bayi berhubungan secara signifikan dengan pencegahan kejadian ISPA pada balita. </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-size: medium;"><span lang="en-US">Disarankan </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-size: medium;"><span lang="id-ID">tenaga kesehatan dapat meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi dasar lengkap dan pijat bayi sebagai upaya promotif dan preventif dalam menurunkan kejadian ISPA pada balita.</span></span></span></p> DIYAH TEPI RAHMAWATI, DES METASARI, ICE RAKIZAH SYAFRIE, EKA MARDIANA AFRILIA ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11899 Tue, 14 Apr 2026 00:00:00 +0700 EFEKTIVITAS EDUKASI DIGITAL BERBASIS VIDEO TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENANGANAN KEJANG DEMAM PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA DEWA https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11901 <p lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: medium;">Pendahuluan: Kejang demam merupakan salah satu kegawatdaruratan yang sering terjadi pada anak usia balita akibat peningkatan suhu tubuh di atas 38°C tanpa adanya infeksi sistem saraf pusat. Kondisi ini sering menimbulkan kecemasan pada orang tua, khususnya ibu, karena kurangnya pengetahuan mengenai penanganan pertama saat anak mengalami kejang demam. Tujuan : untuk mengetahui efektivitas edukasi digital berbasis video terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam pada balita di wilayah kerja Puskesmas Telaga Dewa Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui pendekatan one group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 48 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi digital berbasis video mengenai penanganan kejang demam pada balita. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi digital berbasis video, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 43,8%. Setelah diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 64,6%. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 62,50 pada pre-test menjadi 84,79 pada post-test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value &lt;0,001 yang berarti terdapat pengaruh edukasi digital berbasis video terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam pada balita. Kesimpulan : hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa edukasi digital berbasis video efektif meningkatkan pengetahuan ibu mengenai penanganan kejang demam pada balita. Media video dapat digunakan sebagai alternatif inovasi promosi kesehatan karena mampu menyampaikan informasi secara menarik, mudah dipahami, dan meningkatkan pemahaman responden terhadap materi kesehatan.</span></span></p> DELTA APRIANTI, MERI EPRIANA SUSANTI ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11901 Tue, 14 Apr 2026 00:00:00 +0700 HUBUNGAN SOSIAL BUDAYA DENGAN MINAT IBU HAMIL DALAM MENGIKUTI KELAS PRENATAL YOGA DI TPMB IDA LAINA, SST https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11902 <p lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: medium;">Dalam kehamilan yang sehat serta kehamilan yang diinginkan atau didambakan oleh setiap para ibu hamil yang sehat. Dengan rajin untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang sehat, rajin berlatih yoga sehat dan teratur akan menjadi salah satu upaya yang baik dilakukan dari awal kehamilan buat para ibu hamil untuk mendukung kesehatan ibu dan janinnya. Adapun prenatal yoga buat ibu hamil merupakan salah satu olahraga moderen dan terbaik yang diketahui dapat memperlancar proses persalinan, mengurangi potensi komplikasi atau ketidaknyamanan pada ibu hamil dan mempercepat proses pemulihan setelah persalinan. Namun demikian, adapun kelas prenatal yoga yang diadakan setiap dua minggu sekali pasien yang mau datang ternyata kurang diminati oleh para ibu ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk diketahuinya Hubungan sosial budaya dengan minat ibu hamil Dalam mengikuti kelas prenatal Yoga di TPMB Ida Laina, SST. Penelitian kuantitatif telah dilakukan untuk menganalisa Hubungan sosial budaya dengan minat ibu hamil Dalam mengikuti kelas prenatal Yoga di TPMB Ida Laina, SST. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 70 orang ibu hamil yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar dari responden yaitu 55,7 persen responden dengan sosial budaya negatif dalam minat mengikuti senam prenatal yoga Di TPMB Ida Laina, SST kota Bengkulu. Sebagian besar responden yaitu 57,1 persen responden dengan minat ibu hamil sedang dalam minat mengikuti senam prenatal yoga Di TPMB Ida Laina, SST kota Bengkulu. Melalui uji statistik chi square dengan tingkat kepercayaan 95% (α: 0.05) diperoleh nilai sosial budaya dengan minat ibu hamil dalam mengikuti kelas prenatal yoga sebesar 0,000 (p-value=0,000&lt;0,05) sehingga H1 diterima. Kesimpulannya, ditemukan Hubungan sosial budaya dengan minat ibu hamil Dalam mengikuti kelas prenatal Yoga di TPMB Ida Laina, SST. Disarankan agar peneliti selanjutnya lebih mengembangkan dengan pemahaman yang lebih luas mengenai faktor yang mempengaruhi minat ibu hamil dalam mengikuti khusus buat kelas prenatal yoga dan di Puskesmas, TPMB, Rumah Sakit juga dapat disiapkan kelas prenatal yoga.</span></span></p> RONALEN BR. SITUMORANG, BERLIAN KANDO SIANIPAR, TIKA LUBIS ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11902 Tue, 14 Apr 2026 00:00:00 +0700 PENGARUH PENERAPAN AKUPLESUR DAN KOMPRES AIR HANGAT PADA ANAK KASUS GASTRENTERITIS (GEA) DI RUANGAN EDELWEIS RSUD DR M YUNUS BENGKULU https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11914 <p lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: medium;">Gastroenteritis Akut (GEA) merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi pada anak di seluruh dunia termasuk Indonesia. Dampak dari GEA jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan dehidrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan asuhan keperawatan pada An. AB dengan masalah keperawatan hipovolemia menggunakan proses keperawatan yaitu: pengajian, diagnose keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan bentuk studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan dokumentasi dengan data fokus data nyeri, BAB cair ˃5x sehari dan muntah ˃3x sehari. Penelitian ini dalam pendekatan asuhan keperawatan selama homecare. Hasil Penelitian dalam perawatan selama 3x24 jam menunjukkan terdapat penurunan skala nyeri abdomen setelah dilakukan terapi akupresur dan kompres hangat pada pasien gastritis dari skala nyeri 5 menjadi 2. Terapi akupresur dan kompres hangat sangat baik dilakukan dirumah, sehingga penelitian ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam mengatasi nyeri pada asuhan keperawatan pasien gastritis.</span></span></p> LIZA PUTRI, SISKA ISKANDAR ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/11914 Tue, 14 Apr 2026 00:00:00 +0700