Hubungan panjang tungkai kaki terhadap lari 100 meter pada Siswa Kelas 8B di SMPN 33 Bengkulu Utara
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk : mengetahui hubungan antara variable X dan Y yaitu panjang tungkai (X) dan lari 100 meter (Y), penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 33 Bengkulu Utara pada tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan korelasional, dengan jumlah sampel 25 orang. Dari hasil pengujian hipotesis antara panjang tungkai (X) dengan lari 100 meter (Y), p-value (Sig) = 0.000 < α = 0,05, dimana α lebih besar dari p-value (Sig), artinya terdapat hubungan yang signifikan antara panjang tungkai dengan lari 100 meter. Karena adanya hubungan yang signifikan, jadi untuk meningkatkan kemampuan lari 100 meter, siswa harus memiliki panjang tungkai. Artinya jika panjang tungkai siswa baik, kemampuan lari 100 meter juga baik. Karena adanya hubungan yang signifikan antara panjang tungkai dengan lari 100 meter, maka panjang tungkai memiliki sangat berhubungan terhadap lari 100 meter.
Downloads
References
Bafirman. (2013). Pembelajaran Kondisi Fisik. Padang : UNP Press.
Bompa, Tudor O. (1993). Theory and Methodology of Training. Dubuguque. Kendal/Hunt Publishing Company.
Buchari Alama. (2006). Belajar Mudah Penelitian. Jakarta : Gramedia.
Dewi Laelatul Badriah. (2006). Metodelogi penelitian Ilmu-ilmu kesehatan. Bandung: Multazam.
Feri Kurniawan. (2011). Buku Pintar Olahraga. Jakarta : Laskar Aksara.
Giri Wiarto. (2013). Ilmu Kepelatihan Dasar. Bandung: Alfabeta.
Harsono. (2017). Perencanaan Program Latihan. Bandung.
Harsono. (2018). Coaching dan Aspek-Aspek Psikologis dalam Coaching. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti P2LPTK.
Jarver, Jess. (2008). Belajar dan Berlatih Atletik. Bandung. CV Pioner Jaya.
Kun Mariyah. (2007). Hubungan antara berat badan, tinggi badan, dan kekuatan otot lengan terhadap kemampuan tolak peluruh gaya menyamping pada kelas VII SMP Negeri sewon bantul yoyakarta. Tesis UNY.
M. Saputra, Yudha. (2001) Dasar-dasar Keterampilan Atletik. Jakarta, Departemen Pendidikan nasional.
Muhajir, (2007). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Yudistira, Bandung.
Nur, Efendi. (2005). Sumbangan Indeks masa tubuh dan Daya Ledak Otot Lengan Terhadap Hasil Tolak Peluru Gaya Menyamping Pada Mahasiswa Ilmu Keolahragaan. Skripsi Yogyakarta.
Purnomo, Eddy. Dkk. (2011) Dasar-Dasar Gerak Atletik. Alfamedia. Yogyakarta.
Riyadi, Tamsir. (1985):122. Dasar-dasar Gerak Atletik. Yogyakarta, Alfamedia.
Rusli Lutan, Dkk. (2015). Pendidikan Kebugaran Jasmani. Jakarta Pusat: Direktorat Jendral Olahraga, Depdiknas
Sudjana. (2002). Metode Statistika. Bandung : PT. Tarsito Bandung.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Bandung. Alfabela.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung : Penerbit Alfabeta.
Suharsimi Arikunto. (2010). Prosedur penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Sunarno. (2010). http://sunarnosblog.blogspot.com/ norma tes dan pengukuran. html. Mei 2021.
Wahyuni, Sri. Sutarmin, Pramono. (2010). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta: PT. Wangsa Jatra Lestari
Copyright (c) 2025 Ferry Kusniawanto, Mesterjon Mesterjon, Feby Elra Perdima

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






