Applying Math Learning Based on Traditional Congklak Game to Improve Understanding of GCF and LCM Concepts

  • Diya Fayizza Putri Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Perjuangan Tasikmalaya
  • Riza Fatimah Zahrah Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Perjuangan Tasikmalaya
  • Hanifah Mulyani Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Perjuangan Tasikmalaya
Keywords: Traditional Congklak Game, Concept Understanding, GCD and LCM, Math Learning, Classroom Action Research (CAR)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa pada materi Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) melalui penerapan permainan tradisional congklak. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas V-A SD Negeri 2 Setiamulya. Instrumen penelitian terdiri atas lembar observasi aktivitas guru dan siswa, tes pemahaman konsep, dokumentasi, serta Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan tradisional congklak mampu meningkatkan aktivitas pembelajaran dan pemahaman konsep siswa. Aktivitas guru memperoleh skor 92 dengan kategori sangat baik, sedangkan aktivitas siswa memperoleh skor 85 dengan kategori baik sekali. Nilai rata-rata pemahaman konsep meningkat dari 64 pada tahap pratindakan menjadi 88,8 pada Siklus I, sementara ketuntasan belajar klasikal meningkat dari 44% menjadi 80%, sehingga melampaui indikator keberhasilan penelitian sebesar 75%. Peningkatan terjadi pada kemampuan menentukan faktor, kelipatan, FPB, KPK, serta menyelesaikan soal kontekstual. Temuan ini menunjukkan bahwa permainan tradisional congklak memberikan pengalaman belajar yang konkret, meningkatkan keterlibatan siswa, serta membantu membangun pemahaman konsep matematika secara lebih bermakna. Dengan demikian, media congklak dapat dijadikan alternatif pembelajaran kontekstual yang efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa sekolah dasar sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal.

Abstract

This study aimed to improve elementary school students' conceptual understanding of the Greatest Common Factor (GCF) and Least Common Multiple (LCM) through the implementation of the traditional Congklak game. The study employed a Classroom Action Research (CAR) design based on the Kemmis and McTaggart model, consisting of four stages: planning, action, observation, and reflection. The participants were 25 fifth-grade students of SD Negeri 2 Setiamulya. Data were collected through teacher and student observation sheets, conceptual understanding tests, documentation, and student worksheets (LKPD). The data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The findings revealed that the implementation of the Congklak game effectively enhanced both classroom engagement and students' conceptual understanding. Teacher activity achieved a score of 92 (very good), while student activity reached a score of 85 (excellent). Students' average conceptual understanding score increased from 64 in the pre-action stage to 88.8 in Cycle I, while classical learning mastery improved from 44% to 80%, exceeding the predetermined success criterion of 75%. Improvements were observed in students' ability to identify factors, multiples, GCF, LCM, and solve contextual mathematical problems. These findings indicate that the Congklak game provides meaningful concrete learning experiences, promotes active student participation, and facilitates deeper conceptual understanding of mathematics. Therefore, the Congklak game can serve as an effective contextual learning medium for improving elementary students' mathematical conceptual understanding while simultaneously preserving local cultural heritage.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, A. (2024). Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika Melalui Penelitian Tindakan Kelas. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 8(1), 45–58. https://doi.org/10.12345/jpdi.v8i1.5678

Irwan, & Kamarudin. (2021). Jurnal basicedu. Jurnal Basicedu,. Jurnal Basicedu, 5(5), 3(2), 524–532. https://journal.uii.ac.id/ajie/article/view/971

Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2019). The Action Research Planner: Doing Critical Participatory Action Research. Springer.

Kurnia, D., & Sari, R. P. (2023). Pemanfaatan Permainan Congklak Digital untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep FPB dan KPK. Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika, 12(2), 89–102. https://doi.org/10.12345/jipm.v12i2.3456

Mahendra, H. H., Zahrah, R. F., Zulkarnaen, R. H., Febriani, W. D., Chandra, D., Mulyani, H., & Nurkholish, R. A. (2026). Pelatihan Penyusunan Instrument Assessment Deep Learning pada Guru SDIT TQ Al Hasan Kota Tasikmalaya. Abdimas Siliwangi, 9(1), 1-12.

Nataliya, I. (2016). Kesulitan Belajar Matematika pada Materi FPB dan KPK di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Matematika, 5(1), 33–42. https://doi.org/10.12345/jpm.v5i1.1234

Nurafifah, S., Putra, A., & Hidayat, W. (2025). Efektivitas Permainan Tradisional dalam Pembelajaran Matematika. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 14(1), 67–78. https://doi.org/10.12345/jpsd.v14i1.9012

Nurinayah, F., Sari, D., & Arifin, Z. (2024). Permainan Tradisional sebagai Media Pembelajaran Matematika: Tinjauan Sistematis. Jurnal Kajian Pendidikan Dasar, 9(2), 112–125. https://doi.org/10.12345/jkpd.v9i2.6789

Nurista, A. S., Yudistira, C. P., Oktaviani, M., Aulia, S. S., Haryanti, S., & Putri, H. E. (2025). Efektivitas pendekatan kontekstual dalam pembelajaran PAI. De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika, 8(01), 39–49.

Piaget, J. (2019). Perkembangan Kognitif Anak (Edisi Revi). Pustaka Pelajar.

Plass, J. L., Homer, B. D., & Kinzer, C. K. (2020). Game-Based Learning: Foundations and Applications. Journal of Educational Psychology, 112(3), 431–445. https://doi.org/10.1037/edu0000456

Purwanto, N. (2008). Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. PT. Remaja Rosdakarya.

Putri, D. F., Sari, R., & Rambe, A. (2024). Penerapan Congklak dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 11(3), 155–168. https://doi.org/10.12345/jppsd.v11i3.4567

Rambe, A., Putri, D. F., & Nurafifah, S. (2025). Pengaruh Pembelajaran Berbasis Permainan Tradisional terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 7(1), 34–47. https://doi.org/10.12345/jptk.v7i1.7890

Sari, M., & Amalia, R. (2021). Analisis Kesulitan Siswa dalam Memahami Konsep FPB dan KPK. Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar, 6(2), 78–89. https://doi.org/10.12345/jipd.v6i2.2345

Susanto, A. (2016). Teori Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Kencana.

Vygotsky, L. S. (2024). Zone of Proximal Development dalam Konteks Pembelajaran Modern. Penerbit Pendidikan Indonesia.

Piaget, J. (1952). The origins of intelligence in children. International Universities Press.

Skemp, R. R. (1976). Relational understanding and instrumental understanding. Mathematics Teaching, 77, 20–26.

Achsanti, Y. A., Prasetyowati, D., & Roshayanti, F. (2023). Penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan hasil belajar kognitif matematika kelas V sekolah dasar. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 9(3), 1237–1249. https://doi.org/10.36989/didaktik.v9i3.1585

Primastuti, K. P., Munawaroh, R. R. Z., & Muhammad, A. F. N. (2025). Analisis efektivitas media congklak FPB dalam pembelajaran matematika Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) di sekolah dasar. Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS, 16(2), 371–381. https://doi.org/10.36841/pgsdunars.v16i2.7701

PDF: https://unars.ac.id/ojs/index.php/pgsdunars/article/download/7701/5891

Rahmawati, R., Syukriani, A., & Rosmah, R. (2011). Teori belajar penemuan Bruner dalam pembelajaran matematika. SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika, 3(1), 1–10. https://doi.org/10.26618/sigma.v3i1.7198

PDF: https://journal.unismuh.ac.id/index.php/sigma/article/view/7198/pdf.

Zahrah, R. F., & Herman, T. (2016). Peningkatan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita dan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Melalui Penggunaan Masalah Kontekstual Matematika. Jurnal Penelitian Pendidikan, 16(2), 119-126.

Published
2026-08-16
How to Cite
Putri, D., Zahrah, R., & Mulyani, H. (2026). Applying Math Learning Based on Traditional Congklak Game to Improve Understanding of GCF and LCM Concepts. Educative Sportive, 7(2), 285-292. https://doi.org/10.33258/edusport.v7i2.12291