Journal Of Midwifery https://jurnal.unived.ac.id/index.php/JM <p><em><strong>The Journal of Midwifery&nbsp; is a peer-reviewed&nbsp;free&nbsp;open access&nbsp;Faculty of Health Studies,&nbsp;Universitas Dehasen Bengkulu, Bengkulu, Indonesia. Journal of Midwifery is ISSN:&nbsp;<a href="http://issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1374814914&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2338-7068</a> (Print) dan ISSN:&nbsp;<a href="http://issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1583431065&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2722-4228</a> (Online). Journal of Midwifery</strong></em>&nbsp;publishes the latest peer reviewed international research to inform the safety, quality, outcomes and experiences of&nbsp;<strong>pregnancy, birth and maternity care</strong>&nbsp;for childbearing women, their babies and families. The journal’s publications support&nbsp;<strong>midwives</strong>&nbsp;and&nbsp;<strong>maternity care</strong>&nbsp;providers to explore and develop their knowledge, skills and attitudes informed by best available&nbsp;<strong>evidence</strong>.</p> <p><em><strong>Journal of Midwifery</strong></em>&nbsp;provides an&nbsp;<strong>international, interdisciplinary</strong>&nbsp;forum for the publication, dissemination and discussion of advances in evidence, controversies and current research, and promotes continuing education through publication of systematic and other scholarly reviews and updates. <em><strong>Journal of&nbsp;</strong><strong>Midwifery</strong></em>&nbsp;articles cover the cultural, clinical, psycho-social, sociological, epidemiological, education, managerial, workforce, organizational and technological areas of practice in preconception, maternal and infant care, maternity services and other health systems. This professional journal provides a venue for the publication of research relevant to midwifery and reproductive health practice by specialists and researchers in various disciplines including midwifery, reproductive health, maternal and child health, obstetrics and gynecology, sexual health promotion, women's health and nursing. It publishes quantitative and qualitative original articles, review articles, short communications, case reports and letters to the editor in a broad range of clinical and interdisciplinary topics including sexual and reproductive health, maternal and child health, safe pregnancy and normal childbirth, adolescent health, family planning, menopause, screening of gynecological cancers, infertility holistic care, women's mental health, psychosocial and ethical aspects of women’s health, counseling and educational interventions in reproductive health and midwifery, women’s empowerment and reproductive rights.</p> <p>The journal welcomes the highest quality scholarly research that employs rigorous methodology.<em>&nbsp;Midwifery</em>&nbsp;is a leading international journal in midwifery and maternal health and employs a double-blind peer review process.</p> UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu en-US Journal Of Midwifery 2338-7068 PENGARUH SENAM HAMIL DAN AROMATERAPI LEMON TERHADAP KADAR GULA IBU HAMIL https://jurnal.unived.ac.id/index.php/JM/article/view/11406 Pendahuluan: Diabetes melitus gestasional (DMG) merupakan suatu keadaan intoleransi glukosa pada ibu hamil yang sebelumnya belum pernah didiagnosis menderita diabetes melitus sehingga terjadi peningkatan kadar gula darah selama kehamilan.Terapi non farmakologi untuk mengatasi DMG dengan senam hamil dan aromaterapi lemon. Metode: Jenis penelitian pra experimental design dengan desain penelitian pre test and post test one group. Populasi penelitian ibu hamil trimester dengan kadar gula darah >140 mg/dL berjumlah 20 orang dengan Teknik pengambilan sampel total sampling. Senam hamil dan aromaterapi lemon dilakukan selama 4 minggu dengan durasi ± 30. Uji statistik paired t-test dengan signifikasi p < 0,05. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan kadar glukosa ibu hamil setelah intervensi senam hamil dan aromaterapi lemon. Ada pengaruh senam hamil dan aromaterapi lemon terhadap kadar glukosa ibu hamil trimester III. Kesimpulan: Senam hamil dan aromaterapi lemon dapat menjadi altenatif asuhan komplementer untuk mencegah DMG. ANGGYTA DWI PUTRI WENNY INDAH PURNAMA EKA SARI LYDIA FEBRINA ##submission.copyrightStatement## 2026-04-14 2026-04-14 14 1 1 8 10.37676/jm.v14i1.11406 HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU https://jurnal.unived.ac.id/index.php/JM/article/view/11600 Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu tantangan dan masalah gizi secara global yang sedang dihadapi oleh masyarakat di dunia. World Health Organization menargetkan penurunan 40% angka Stunting di seluruh dunia pada tahun. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengestimasikan prevalensi balita stunting di seluruh dunia sebesar 22% atau sebanyak 149,2 juta pada 2020 (WHO, 2021). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, mencatat prevelensi Stunting di Negara Indonesia pada tahun 2021 Stunting sebesar 24,4%, Pada tahun 2022 prevelensi Stunting menurun menjadi 21,6%, sedangkan pada tahun 2023 mengalami penurunan sedikit menjadi 21,5% dan di tahun 2024 prevelensi menurun kembali menjadi 19,8% (SSGI, 2024). Metode Peneltian: Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan menyebarkan kuisioner pada 33 responden kepada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar kota Bengkulu, teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil Penelitian: Hasil univariat bahwa sebagian besar dari responden yaitu 20 orang (60,6%) yang keluarganya mendukung dan terdapat sebagian besar dari responden yaitu 18 orang (54,5%) yang kurang baik perilakunya dalam pencegahan stunting. Hasil bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu dengan nilai p value = 0,015. Saran: Tenaga kesehatan di Puskesmas diharapkan dapat meningkatkan upaya promosi kesehatan dan edukasi kepada ibu hamil serta keluarga, khususnya mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Selain itu, tenaga kesehatan juga perlu melibatkan keluarga dalam kegiatan penyuluhan agar dukungan yang diberikan dapat lebih optimal dalam membentuk perilaku kesehatan ibu. BELLA ANARKIE YURIZKI TELOVA ##submission.copyrightStatement## 2026-04-14 2026-04-14 14 1 9 16 10.37676/jm.v14i1.11600 GAMBARAN KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL https://jurnal.unived.ac.id/index.php/JM/article/view/11601 Pendahuluan: Keberhasilan usaha untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan ibu dapat dilihat dari Angka Kematian Ibu (AKI). Penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan dan infeksi, yang sering kali terjadi karena anemia. Anemia pada ibu hamil memiliki dampak kesehatan terhadap ibu dan anak. Tujuan penelitian mengetahui gambaran kejadian anemia pada ibu hamil. Jenis penelitian deskriptif. Metode: Penelitian ini desain cross sectional. Populasi penelitian ibu hamil anemia di Puskesmas Curup Timur Tahun 2024 berjumlah 51 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengambilan data menggunakan data sekunder dari register dan laporan Puskesmas. Instrumen yang digunakan berupa check list. Teknik analsisi data menggunakan analisis univariat menghasilkan distribusi frekuensi dan presentase dari tiap variabel. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden (74,5%) mengalami anemia ringan, sebagian besar responden (56,9%) dalam kategori usia berisiko (<20 dan 35 tahun), sebagian besar responden (62,7%) multigravida, sebagian hampir seluruh responden (92,2%) tidak mengalamai Kekurangan Energi Kronis (KEK), sebagian besar responden (45,1%) berisiko dengan jarak kehamilan kurang dari 2 tahun dan lebih dari 10 tahun, sebagian besar responden (58,8%) pada usia kehamilan trimester I, sebagian besar responden (60,8%) tingkat pendidikan rendah (SD dan SMP), dan sebagian besar responden (56,9%) bekerja. Kesimpulan: Anemia pada ibu hamil harus selalu diwaspadai karena anemia dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Diharapkan Bidan dapat meningkatkan kualitas asuhan antenatal dengan deteksi dini dan penatalaksanaan anemia pada ibu hamil. LINDA KESUMA DEWI WENNY INDAH PURNAMA EKA SARI KURNIYATI KURNIYATI ##submission.copyrightStatement## 2026-04-14 2026-04-14 14 1 17 30 10.37676/jm.v14i1.11601 PENGARUH KOMBINASI PRENATAL YOGA DAN AROMATERAPI LEMON TERHADAP NYERI PUNGGUNG IBU HAMIL TRIMESTER III https://jurnal.unived.ac.id/index.php/JM/article/view/11608 Pendahuluan: Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan umum yang dialami ibu hamil trimester III akibat perubahan fisiologis, postural, serta hormonal selama kehamilan. Perubahan hormonal selama kehamilan juga dapat memengaruhi kondisi psikis ibu. sehingga kombinasi prenatal yoga dan aromaterapi lemon membantu menjaga kesejahteraan fisik dan psikis pada ibu hamil. Metode: Jenis penelitian ini pre-eksperiment dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Sampel penelitian ibu hamil trimester III berjumlah 23 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Intervensi prenatal yoga dan aromaterapi lemon diberikan 60 menit dilakukan selama dua kali dalam minggu, selama dua minggu. Instrument yang diggunakan Numerik Rating Scale (NRS). Uji statistik non-parametrik menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan nyeri punggu ibu hamil setelah intervensi kombinasi prenatal yoga dan aromaterapi lemon. Ada pengaruh kombinasi prenatal yoga dan aromaterapi lemon terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Kesimpulan: Kombinasi prenatal yoga dan aromaterapi lemon berkerja secara fisiologis dan psikologis dalam mengatasi keluhan nyeri punggung ibu hamil trimester III. Prenatal yoga dan aromaterapi lemon dapat menjadi alternatif asuhan kebidanan untuk meningkatkan kesejahteraan ibu hamil. RESTI SRI WIDI HASMORO WENNY INDAH PURNAMA EKA SARI YENNI PUSPITA ##submission.copyrightStatement## 2026-04-14 2026-04-14 14 1 31 38 10.37676/jm.v14i1.11608 KARAKTERISTIK ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI KOTA BENGKULU https://jurnal.unived.ac.id/index.php/JM/article/view/11795 <p lang="id-ID" align="justify"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: medium;">Pendahuluan: Anemia merupakan masalah kesehatan global yang banyak dialami oleh remaja putri. World Health Organization (2025) melaporkan lebih dari 500 juta perempuan usia reproduktif di seluruh dunia mengalami anemia, dengan prevalensi sebesar 32% pada remaja Indonesia usia 15–24 tahun. Rendahnya pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait pencegahan anemia menjadi faktor penyebab utama masalah ini. Di Provinsi Bengkulu, anemia menyumbang 33,16% dari komplikasi obstetri, dan SMKN 3 Kota Bengkulu memiliki jumlah kasus anemia remaja tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja putri terkait anemia di SMKN 3 Kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswi kelas X di SMKN 3 Kota Bengkulu dengan sampel sebanyak 64 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, mencakup aspek pengetahuan, sikap, perilaku, sumber informasi, lingkungan sekolah, dan dukungan keluarga terkait anemia. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat gambaran masing-masing variabel. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (59,4%) memiliki pengetahuan kurang tentang anemia, 31,3% pengetahuan cukup, dan 9,4% pengetahuan baik. Sikap terhadap pencegahan anemia cenderung positif, dengan 56,3% responden menunjukkan sikap mendukung. Namun, perilaku pencegahan anemia masih kurang, dengan 82,8% responden memiliki perilaku negatif seperti pola makan tidak sehat. Selain itu, 84,4% responden tidak mendapatkan informasi yang memadai mengenai anemia, serta tidak terdapat dukungan sekolah dalam upaya pencegahan anemia. Dukungan keluarga juga masih terbatas, dengan hanya 37,5% responden yang mendapatkan dukungan dalam menjaga pola makan sehat. Kesimpulan: Pengetahuan dan perilaku remaja putri terkait anemia masih tergolong rendah meskipun sikap sudah cukup baik. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi yang komprehensif dan berkelanjutan di lingkungan sekolah dan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan serta mendorong perubahan perilaku dalam pencegahan anemia.</span></span></span></p> SRI HAYATUN NUFUS EPTI YORITA ROLITA EFRIANI SRI YANNIARTI KHARIZA FADHILA SYAHNAZ ##submission.copyrightStatement## 2026-04-14 2026-04-14 14 1 39 46 10.37676/jm.v14i1.11795 EDUKASI DAN PENDAMPINGAN KETIDAKNYAMANAN PADA NY. C G3P2A0 DI TPMB LOLY NOVRIZA YANTI KOTA BENGKULU https://jurnal.unived.ac.id/index.php/JM/article/view/11856 <p lang="id-ID" align="justify"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: medium;">Pendahuluan: Ketidaknyamanan merupakan kondisi yang sering dialami ibu sejak kehamilan hingga masa nifas akibat perubahan fisiologis dan psikologis. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memengaruhi kesiapan persalinan dan proses pemulihan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care (CoC) yang dilakukan pada Ny. C G3P2A0 di TPMB Loly Novriza Yanti Kota Bengkulu pada November–Desember 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta dokumentasi SOAP. Hasil dan Pembahasan: Hasil menunjukkan adanya penurunan ketidaknyamanan pada setiap tahap. Pada trimester III, nyeri punggung menurun dari skala 4 menjadi 2. Saat persalinan, nyeri menurun dari 8 menjadi 6 melalui teknik relaksasi, counterpressure, dan gymball. Pada masa nifas, ketidaknyamanan menurun dari skala 3 menjadi 0 melalui massage effleurage dan perawatan perineum. Kesimpulan: Asuhan kebidanan berkelanjutan efektif dalam menurunkan ketidaknyamanan ibu serta meningkatkan kesiapan dan kesejahteraan ibu dan bayi.</span></span></span></p> SRI MULYANI RAHMA WATI DENI MARYANI NENG KURNIATI SURIYATI SURIYATI ENDAH PURDA LISTYA ##submission.copyrightStatement## 2026-04-14 2026-04-14 14 1 47 51 10.37676/jm.v14i1.11856 GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKLUS MENSTRUASI TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI https://jurnal.unived.ac.id/index.php/JM/article/view/11863 <p lang="id-ID" align="justify"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: medium;">Pendahuluan: Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang perlu mendapat perhatian khusus.Remaja merupakan salah satu kelompok yang paling berisiko untuk mengalami kekurangan zat besi. Rematri memiliki resiko sepuluh kali lebih besar untuk menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra karena kebutuhan absorbsi zat besi memuncak pada umur 14- 15 tahun pada remaja putri. Metode: Jenis penelitian ini adalah diskriptif quantitatif. Sampel dalam penelitian adalah seluruh siswi kelas VII SMPN 04 Kota Bengkulu yang mengalami anemia sebanyak 80 responden. Data informasi responden berupa pengetahuan dan siklus menstruasi dikumpulkan melalui proses wawancara dan pengisian kuesioner. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 80 responden rematri yang mengalami anemia di SMPN 4 Kota Bengkulu mayoritas responden memiliki pengetahuan yang kurang yaitu 35 orang ( 43,8 %), pengetahuan cukup sebanyak 30 orang ( 37,5 %), dan hanya 15 orang (18,8%) yang memiliki pengetahuan baik. Siklus Menstruasi menunjukan bahwa dari 80 remaja putri yang mengalami anemia, sebanyak 48 orang (60,0 %) yang mengalami menstruasi tidak normal, dan hanya 32 orang (40,0%) yang mengalami menstruasi normal. Kesimpulan: Anemia dapat sebabkan oleh berbagai faktor seperti pola siklus menstruasi yang tidak teratur dan tingkat pengetahuan yang kurang tentang anemia, upaya pencegahannya dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan tentang anemia, dan melakukan kerja sama lintas sektor atau program dalam pemberian tablet Fe.</span></span></span></p> YETTI PURNAMA LINDA YULYANI OKTIN PITRIA GUSTI LINDA YUSANTI SURIYATI SURIYATI ##submission.copyrightStatement## 2026-04-14 2026-04-14 14 1 52 58 10.37676/jm.v14i1.11863 PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PERTUMBUHAN (BERAT BADAN) BAYI USIA 1-3 BULAN DI PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU TAHUN 2026 https://jurnal.unived.ac.id/index.php/JM/article/view/11868 <p lang="id-ID" align="justify"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: medium;">Pendahuluan: Pertumbuhan adalah perubahan dari tubuh yang berhubungan dengan bertambahnya ukuran-ukuran tubuh. Masa tumbuh kembang bayi merupakan masa keemasan sekaligus masa kritis perkembangan seseorang yaitu pada usia 0-12 bulan. Dikatakan masa keemasan karena masa bayi berlangsung sangat singkat dan tidak dapat diulang kembali. Dikatakan masa kritis karena pada masa ini bayi sangat peka terhadap lingkungan dan membutuhkan asupan gizi serta stimulasi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap pertumbuhan berat badan bayi usia 1-3 bulan di Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu Tahun 2026. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Pre Experimental Designs dengan rancangan one grup pretest-posttest. Dimana dilakukan pengukuran sebelum melakukan perlakuan (pretest), kemudian dilakukan perlakuan yaitu tindakan pijat bayi lalu setelah diberikan perlakukan dilakukan pengukuran kembali (posttest). Untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan tindakan pijat bayi.Berdasarkan hasil penelitian pada terdapat rata-rata berat badan pertama (pre-test) 5180,88 dan kedua (post-test) 5535,29. Hasil uji T diperoleh p= 0,000 &lt; 0,05, artinya secara statistik menunjukkan adanya pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan bayi. Diharapkan bidan dapat terus memotivasi ibu untuk melakukan pijat bayi dan dapat menjadi referensi tambahan bagi peningkatan pengetahuan maupun wawasan peserta didik kebidanan dan diharapkan menjadi salah satu intervensi kebidanan yang efektif untuk meningkatkan berat badan bayi.</span></span></span></p> YURIZKI TELOVA BELLA ANARKIE ##submission.copyrightStatement## 2026-04-14 2026-04-14 14 1 59 63 10.37676/jm.v14i1.11868 FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNIKAHAN USIA DINI PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KECAMATAN SELEBAR KOTA BENGKULU TAHUN 2025 https://jurnal.unived.ac.id/index.php/JM/article/view/11971 <p lang="id-ID" align="justify"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: medium;">Pendahuluan: Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh salah satu atau kedua pasangan yang memiliki usia di bawah umur yang biasanya di bawah 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan atau belum cukup umur. Jika kedua individu melangsungkan pernikahan dalam rentang usia tersebut, maka dapat dikatakan sebagai pernikahan usia dini. Tujuan penelitian ini diketahui adanya hubungan yang mempengaruhi pernikahan usia dini pada remaja putri Di Wilayah Selebar Kota Bengkulu. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu metode penelitian atau cara mengumpulkan dan menganalisis data yang bersifat numerik atau angka, Jumlah populasi terdapat 122 orang dan pengambilan sampel menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan 30 responden. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat menggunakan uji pearson Chi Square dengan nilai α = 0,05. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar dari responden yang memiliki pengetahuan kurang 16 orang (53,5%) dengan nilai p=0,001, Sebagian besar dari responden memiliki pergaulan negatif 18 orang (60,0%) dengan nilai p=0,000, sebagian besar dari responden dengan keadaan orang tua yang memiliki pendapatan rendah 17 orang (56,7%) dengan nilai p=0,004 dan sebagian besar dari responden melakukan pernikahan pada usia remaja akhir sebanyak 20 orang (66,7%) pada remaja putri di kecamatan Selebar kota Bengkulu. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang rendah, pergaulan negatif, dan pendapatan orang tua rendah berhubungan signifikan dengan kejadian pernikahan usia dini pada remaja putri di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu (p &lt; 0,05). Diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan reproduksi, pengawasan pergaulan remaja, serta pemberdayaan ekonomi keluarga untuk mencegah terjadinya pernikahan usia dini.</span></span></span></p> IIT MUTIA FILLAH TAUFIANIE ROSSITA INDRA ISWARI ##submission.copyrightStatement## 2026-04-14 2026-04-14 14 1 64 75 10.37676/jm.v14i1.11971 ANALISIS INTERVENSI PROGRESSIVE MUSCLE RALAXION TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR https://jurnal.unived.ac.id/index.php/JM/article/view/11978 <p lang="id-ID" align="justify"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: medium;">Pendahuluan: Fase postpartum menuntut ibu beradaptasi terhadap perubahan fisik secara dramatis sehingga dapat mempengaruhi psikologis ibu, salah satunya kecemasan. Kecemasan postpartum yang berkelanjutan berdampak negative bagi ibu dan bayinya.Perubahan fisiologis yang terjadi pada ibu selama periode postpartum meliputi perubahan adaptasi fisik yang dapat memengaruhi keadaan psikologis ibu. Salah satu cara untuk mengurangi kecemasan dengan penerapan progresif muscle relaxation. Tujuan untuk melakukan analisis intervensi progressive muscular relaxation untuk membantu kecemasan pada ibu post partum.Kecemasan post partum yang berkelanjutan berdampak negative bagi ibu dan bayinya. Salah satu cara untuk mengurangi kecemasan dengan penerapan progresif muscle relaxation. Metode: metode study kasus yang melibatkan dua responden. Instrumen yang digunakan adalah Postpartum Specifik Anxiety Scale (PSAS). Pre Test dilakukan pada hari ke 1 dan Post Test dilakukan pada hari ke 5 penerapan progresif muscle relaxation dilakukan dengan 12 gerakan dalam 5 hari. Hasil dan Pembahasan: didapatkan bahwa penerapan dapat menurunkan kecemasan pada ibu post partum. Kesimpulan: penerapan progresif muscle relaxation pada klien post partum spontan dapat menjadikan salah satu alternatif manajemen non farmakologi dalam penanganan kecemasan.</span></span></span></p> LIYA LUGITA SARI TAUFIANI ROSSITA KINTAN ANISSA ##submission.copyrightStatement## 2026-04-14 2026-04-14 14 1 76 80 10.37676/jm.v14i1.11978 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU NIFAS DENGAN PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BETUNGAN KOTA BENGKULU https://jurnal.unived.ac.id/index.php/JM/article/view/11980 <p lang="id-ID" align="justify"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: medium;">Pendahuluan: Perawatan tali pusat merupakan tindakan penting yang dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi pada bayi baru lahir. Pengetahuan dan sikap ibu nifas merupakan faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan perawatan tali pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu nifas dengan perawatan tali pusat pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Betungan Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas yang memiliki bayi usia 0–7 hari di wilayah kerja Puskesmas Betungan Kota Bengkulu sebanyak 32 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18 responden (56,2%) tidak melakukan perawatan tali pusat dengan benar dan 14 responden (43,8%) melakukan perawatan tali pusat dengan benar. Sebanyak 13 responden (40,6%) memiliki pengetahuan kurang, 8 responden (25,0%) memiliki pengetahuan cukup, dan 11 responden (34,4%) memiliki pengetahuan baik. Sebanyak 17 responden (53,1%) memiliki sikap tidak mendukung dan 15 responden (46,9%) memiliki sikap mendukung. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu nifas dengan perawatan tali pusat (p=0,046) serta terdapat hubungan antara sikap ibu nifas dengan perawatan tali pusat (p=0,036). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa sikap merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi perawatan tali pusat dengan nilai OR=6,044. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu nifas dengan perawatan tali pusat pada bayi. Sikap ibu merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi pelaksanaan perawatan tali pusat.</span></span></span></p> MEITA TRIA SAPUTRI FEBRA AYUDIAH ##submission.copyrightStatement## 2026-04-14 2026-04-14 14 1 81 93 10.37676/jm.v14i1.11980 GAMBARAN KESEHATAN IBU NIFAS DI WILAYAH PESISIR KOTA BENGKULU https://jurnal.unived.ac.id/index.php/JM/article/view/12011 <p lang="id-ID" align="justify"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: medium;">Pendahuluan : Masa nifas merupakan periode setelah persalinan hingga kembalinya kondisi rahim seperti sebelum hamil, yang berlangsung selama ±6 minggu (42 hari). Periode ini, ibu rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, sehingga diperlukan pemantauan melalui parameter klinis seperti Tanda-Tanda Vital (TTV), Tinggi Fundus Uteri (TFU), jenis lochea, keadaan luka perineum, gejala infeksi, anemia, status gizi, serta pemberian ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesehatan ibu nifas di wilayah pesisir Kota Bengkulu. Metode : jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 122 ibu nifas. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan kriteria inklusi tertentu. Data dianalisis secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dari TTV, TFU, jenis lochea, riwayat robekan perineum, gejala infeksi, anemia, status gizi, dan pemberian ASI. Hasil dan Pembahasan : penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai masalah kesehatan pada ibu nifas, meliputi prehipertensi 40,2%, hipertensi (7,4%–2,4%), TFU tidak normal 2,5%, lochea tidak normal 22,1%, robekan perineum 10,7%, gejala infeksi postpartum 40,2%, anemia ringan 33,6% dan sedang 22,1%, gizi kurang 11,5, obesitas 25,4%. Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi tertinggi pada prehipertensi dan infeksi diikuti anemia ringan, lochea tidak normal, status gizi, robekan perineum, TFU tidak normal, hal ini menunjukan bahwa pemantauan kesehatan ibu nifas masih perlu ditingkatkan.</span></span></span></p> NORA ADE RAMADAN KURNIA DEWIANI FITRI RAMADHANIATI NENG KURNIATI DENI MARYANI ##submission.copyrightStatement## 2026-04-14 2026-04-14 14 1 94 101 10.37676/jm.v14i1.12011 GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TM III TENTANG PENGGUNAAN BIRTH BALL DALAM MENGURANGI NYERI PERSALINAN DI PUSKESMAS WILAYAH PESISIR KOTA BENGKULU https://jurnal.unived.ac.id/index.php/JM/article/view/12012 <p lang="id-ID" align="justify"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: medium;">Pendahuluan: Nyeri persalinan merupakan proses fisiologis akibat kontraksi uterus, dilatasi, dan penipisan serviks. Salah satu metode nonfarmakologis untuk membantu mengurangi nyeri persalinan adalah penggunaan birth ball. Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang penggunaan birth ball berpengaruh terhadap kesiapan ibu menghadapi persalinan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil trimester III tentang penggunaan birth ball dalam mengurangi nyeri persalinan di Puskesmas Wilayah Pesisir Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan analisis univariat. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester III dengan teknik total sampling sebanyak 108 responden. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 20–35 tahun sebanyak 95 orang (88%), berpendidikan SMA/sederajat sebanyak 51 orang (47,2%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 89 orang (82,4%). Tingkat pengetahuan responden tentang penggunaan birth ball sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 75 orang (69,4%), kategori cukup 23 orang (21,3%), dan kategori kurang 10 orang (9,3%). Simpulan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil trimester III memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang penggunaan birth ball dalam mengurangi nyeri persalinan, namun edukasi dan penyuluhan oleh tenaga kesehatan tetap perlu ditingkatkan agar pengetahuan ibu hamil lebih merata.</span></span></span></p> INES FATHINAH YETTI PURNAMA DENI MARYANI DARA HIMALAYA LINDA YUSANTI ##submission.copyrightStatement## 2026-04-14 2026-04-14 14 1 102 109 10.37676/jm.v14i1.12012